DASAR NEGARA ISLAM ATAU PANCASILA : SIKAP POLITIK PARTAI NAHDLATUL ULAMA DALAM MAJELIS KONSTITUANTE

Muhammad Ilham Gilang

Abstract


Abstrak: Tulisan ini membahas peranan Partai Nahdlatul Ulama selama dalam panggung keagamaan, sosial dan politik nasional pada masa Demokrasi Liberal. Partai NU memainkan peran politik dalam Konstituante. PNU melalui fraksinya, mengusulkan rumusan Pancasila-Islam sebagai upaya menjembatani pertentangan ‘Blok Pancasila’ dan ‘Blok Islam’, serta merekomendasikan soal-soal pokok yang harus ada dalam UUD baru. Kemudian, sikap politik NU terhadap Nasakom bersifat akomodatif dan persuasif terhadap Soekarno sebagai pemilik ide Nasakom. Munculnya dua sikap politik ini bersandar pada pandangan agama, yakni amar ma’ruf nahi munkar (menganjurkan kebaikan dan mencegah kejahatan) dan kaidah ushul fiqh “Dar’ul mafasid muqaddamun ‘alaa jalb al-mashalih” (menghindari bahaya lebih diutamakan dari pada melaksanakan kebaikan) sebagai landasan dalam berfikir, bertindak, dan berperilaku dalam politik.


Keywords


Kata kunci : Nahdlatul Ulama, Peran Politik, dan Majelis Konstituante

Full Text:

PDF

References


Abdurahman, D. (2007). Metodologi Penulisan Sejarah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Aboebakar (1957). Sedjarah Hidup K. H. A. Wahid Hasyim dan Karangan Tersiar. Jakarta: Panitia Buku Peringatan.

Alfian dan Syamsuddin, N. (1991). Profil Budaya Politik Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Ali, A.S. (2008). Pergolakan di Jantung Tradisi: NU yang Saya Amati. Jakarta: LP3ES

Ali, F dan Saimima, A. (1985). “Merosotnya ALiran dalam Partai Persatuan Pembangunan”, dalam Analisa Kekuatan Politik di Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Ali, F dan Effendy, B. (1986). Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Indonesia Masa Orde Baru. Bandung: Mizan.

Althoff-Phillip. M.R (2008). Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta: Rajawali Pers.

Anam, C. (2010). Pertumbuhan dan Perkembangan Nahdlatul Ulama (Third Ed). Surabaya: PT Duta Aksara Mulia.

Anwar, A. (2004). Avonturisme NU: Menjejaki Akar Konflik-Kepentingan Politik Kaum Nahdliyyin. Bandung: Humaniora.

Budiardjo, M. (2004). Dasar-dasar Ilmu Politik (six ed.). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Bruinessen, M.V. (1994). NU Tradisi, Relasi-relasi Kuasa: Pencarian Wacana Baru. Yogyakarta: LKiS.

Chaidar, Al. (1999). Pemilu 1999: Pertarungan Ideologis Partai Partai Islam versus PartaiSekuler.Jakarta: Darul Falah.

Dhofier, Z. (1983). Tradisi Pesantern: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.

Dhakidae, D. (1985). “Partai Politik dan Sistem Kepartaian di Indonesia”, dalam Analisa Kekuatan Politik di Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Duverger, M. (1993). Sosiologi Politik. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Fadeli, S dan Subhan, M. (2007). Antologi NU: Sejarah, Istilah, Amaliah dan Uswah. Surabaya: Khalista.

. (2010). Antologi NU: Sejarah, Istilah, Amaliah dan Uswah (Second Ed.). Surabaya: Khalista.

Fealy, G. (2003). Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952-1967. Yogyakarta: LKiS.

Feillard, A. (1999). NU Vis-à-vis Negara; Pencarian Isi, Bentuk dan Makna. Yogyakarta: LKiS.

Feith, H dan Castles, L [Eds]. (1988). Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965. Jakarta: LP3ES.

Geertz, C. (1960). The Religion of Java. Illionis: The Free Press of Gelncoe.

Gottchalk, L. (2008). Mengerti Sejarah. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Haidar, M.A. (1994). Nahdlatul Ulama dan Islam Indonesia; Pendekatan Fikih dalam Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hasyim, S. (2010). “Tiga Jenis Politik di NU”, dalam Nahdlatul Ulama: Dinamika Ideologi dan Politik Kenegaraa. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Ismaun. (1992). Pengantar Ilmu Sejarah. Bandung: FPIPS IKIP Bandung.

Kantaprawira, R. (1983). Sistem Politik Indonesia : Suatu Model Pengantar. Bandung: Sinar Baru.

Kartodirdjo, S. (1993). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Penulisan Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.

Kementerian Penerangan RI. (1954). Kepartaian dan Pelementaria Indonesia. Jakarta: Kementerian Penerangan RI.

Koentjaraningrat. (1994). Metode-metode Penulisan Masyarakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Yoyakarta. Tiara Wacana Yogya.

Maarif, A.S. (1988). Islam dan Politik di Indonesia: Pada Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Yogyakarta: PT. Pustaka Parama Abiwara.

Machfoedz. M. (1982). Kebangkitan Ulama dan Bangkitnya Ulama. Surabaya: Yayasan Kesatuan Umat.

Masbuchin dan Cholil, M.S. (1967). Nahdlatul Ulama di Tengah-Tengah Rakyat dan Bangsa Indonesia (Second ed.). Kebumen: Daya Bhakti.

Mawardi, C. (1967). Practica Politika Nahdlatul Ulama: Mendajung di Tengah Gelombang. Jakarta: Pendidikan Practica.

Muchtarom, Z. (1988). Santri dan Abangan di Jawa. Jakarta: INIS.

Mun’im, A. (2011). Piagam Perjuangan Kebangsaan. Jakarta: Setjen PBNU-NU Online.

Moesa, A.M. (2007). Nasionalisme Kiai. Yogyakarta: Lkis

Noer, D. (1987). Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965. Jakarta: Grafiti Pers.

Notosusanto, N. (1998). Ikhtisar Sejarah R.I (1945-Sekarang). Jakarta: Markas Besar Angkatan Bersenjata Republik Indoensia Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI.

Poesponegoro, M.D dan Notosusanto, N. (1993). Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Balai Pustaka.

Pengurus Besar Partai Nahdlatul Ulama. (1959). Buku Kenang-Kenagangan Mu’tamar ke-XXII Partai Nahdlatul ‘Ulama di Jakarta. Jakarta: PBNU

Ricklefs, M.C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200 – 2008. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta.

Rifai, M. (2010). K.H. Wahab Hasbullah Biografi Singkat 1888-197. Yohyakarta: Garasi House of Book.

Rodee, C.C. (Eds) (2008). Pengantar Ilmu Politik.. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Rush, M dan Althoff, P. (1997). Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Salam, Alfitra (1998). “Pemilihan Umum dalam Persperktif Sejarah: Pengalaman 1955” dalam Syamsuddin Haris (1998). Menggugat Pemilihan Umum Orde Baru. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Sanit, A. (1986). Sistem Politik Indonesia : Kestabilan Peta Kekuatan Politik dan Pembangunan. Jakarta: Rajawali.

Santosa, K. O. (2004). Paradigma Baru Memahami Pancasila dan UUD 1945. Bandung: Sega Arsy.

Sitompul, E.M. (2010). NU & Pancasila. Yogyakarta: LKIS.

Shodiq, J. (2008). Pertemuan Antara Tarekat 7 NU. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak

Sjamsuddin, N. (2008). “Politik di Indonesia”, dalam Pengantar Ilmu Politik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Soerojo, S. (1988). Siapa Menabur Angin akan Menuai Badai. Jakarta: C.V Sri Murni.

Soon, K.Y. (2007). Antara Tradisi dan Konflik: Kepolitikan Nahdlatul Ulama. Jakarta: UI Press.

Sundhaussen, U. (1986). Politik Militer Indonesia 1945-1967: Menuju Dwi Fungsi ABRI. Jakarta: LP3ES

Supardan, D. (2007). Pengantar Ilmu Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Surbakti, R. (1999). Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.

Zuhri, S. (1987). Berangkat dari Pesantren. Jakarta: Gunung Agung

.(2010). Mbah Wahab Hasbullah: Kiai Nasionalis Pendiri NU. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

Universitas Pendidikan Indonesia. (2011). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI.

Zada, K dan Sjadzili, A. F. (Eds). (2010). Nahdlatul Ulama: Dinamika Ideologi dan Politik Kenegaraan. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

A. DOKUMEN :

Kementerian Agama. (1955). Laporan Tahunan 1954 Kementerian Agama Djilid II. Jakarta: Kementerian Agama.

Lakpesdam PBNU. (1957). Daftar Nama dan Alamat Anggota Fraksi Nahdlatul Ulama dalam Konstituante RI. Surabaya: Meseum NU.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. (1952). Perundingan Nahdlatul Ulama dan Masyumi. Jakarta: Lakpesdam PBNU.

Pengurus Besar Partai Nahdlatul Ulama. (1955). Surat PB Partai NU Kepada PCNU seluruh Indonesia tentang Pedoman Kerja. Surabaya: Museum NU.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. (1954). Surat PBNU Kepada Dewan Harian GP. ANSOR tentang Sikap Tegas Terhadap Komunisme. Surabaya: Meseum NU.

Pengurus Besar Partai Nahdlatul Ulama. (1954). Jawaban-jawaban Masail yang Telah Diputuskan dalam Mu’tammar ke 20 di Surabaya. Surabaya: Lakpesdam PBNU.

Pengurus Besar Partai Nahdlatul Ulama. (1954). Risalah Politik ¾. Jakarta: Lakpesdam PBNU.

Pengurus Besar Partai Nahdlatul Ulama. (1956). Statement Politik Partai Nahdlatul Ulama. Jakarta: Lakpesdam NU.

Pengurus Besar Partai Nahdlatul Ulama. (1957). Susunan Pengurus PBNU Hasil Keputusan Mu’tamar ke 21. Surabaya: Museum NU.

Pengurus Besar Partai Nahdlatul Ulama. (1957). Surat Pengurus Besar Partai NU Kepada PW/PC Partai NU seluruh Indonesia tentang Pembentukan Kabinet Djuanda. Surabaya: Museum NU.

Sekretariat Fraksi NU dalam Konstituante RI. (1957). Konsep Soal-Soal yang Patut di Masukan dalam Undang-Undang Dasar. Surabaya: Museum NU.

Pengurus Besar Partai Nahdlatul Ulama. (1957). Surat Pengurus Besar Partai NU Kepada PWNU dan PCNU seluruh Indonesia tentang Penyerahan Mandat Kabinet Ali-Idham Chalid. Suabaya: Museum NU.

B. JURNAL :

Layn, S. B. (2008). “Dinamika Ikatan Patron-Klien: Suatu Tinjauan Sosiologis”. Populis. 3, (1), 43-49.

C. INTERNET :

Pahrudin H.M. (2010). Mengenal Hubungan Patron-Klien. [online] Tersedia: http://roedijambi.wordpress.com/2010/01/27/mengenal-hubungan-patron-klien/[27 Januari 2012].

Ramdhani, N. (2008). Sikap & Beberapa Definisi Untuk Memahaminya.[online]. Tersedia: http://neila.staff.ugm.ac.id/wordpress/wp-content/uploads/2008/03/definisi.pdf [4 April 2012].

[online] Tersedia di http://id.wikipedia.org/wiki/Kabinet_Ali_Sastroamidjojo_II [18 Mei 2012].

Scott, J. (1972). Patron-Client, Politics and Political Change in South East Asia [online] Tersedia: http://www.jstor.org/stable/1959280/[25 Januari 2012].




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/candrasangkala.v4i1.3433

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by Department of History Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Jl. Ciwaru, No. 25, Serang, Banten
candrasangkala@untirta.ac.id; milhamg@untirta@ac.id

Creative Commons License Creative Common Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)

View My Stats