GAWE KUTA BALUWARTI BATA KALAWAN KAWIS, SEBUAH KONSEP HISTORIS DAN SIMBOLIS

Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo

Abstract


Abstrak: Gawe Kuta Baluwarti Bata Kalawan Kawis memiliki makna penting dalam vista sejarah dan kebudayaan masyarakat Banten. Konteks historis dari sumber Sajarah Banten menyebutkan gawe kuta baluwarti bata kalawan kawis sebagai wujud dari kebijakan Sultan Banten, khususnya pada pemerintahan Sultan Maulana Yusuf (1570-1580) dalam membangun infrastruktur perkotaan, salah satunya adalah benteng pertahanan dengan menggunakan batu bata dan karang (kawis). Wujud kebijakan tersebut menunjukkan sebuah simbol perpaduan harmonis antara gatra alami (karang) dan sosial (batu bata) dengan memanfaatkan geopolitik Kesultanan Banten sebagai kerajaan maritim yang pernah berjaya pada masanya. Semboyan ini merupakan cerminan dari tinggalan intangible Kesultanan Banten sekaligus cerminan kearifan lokal (local wisdom) yang ditransmisikan dari generasi ke generasi.


Keywords


Kata Kunci: Gawe Kuta Baluwarti Bata Kalawan Kawis, Konsep Historis, dan Konsep Simbolis.

Full Text:

PDF

References


Buku:

Abdul Halim Nasir. 1990. Kota-Kota Melayu. Kualalumpur: Dewan Bahasa Dan Pustaka Kemendik Malaysia Kuala lumpur.

Anthony Reid. 2004. Sejarah Modern Awal Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES.

Arwan Tuti Artha & Heddy Shri Ahimsa. 2004. Jejak Masa Lalu, Sejuta Warisan Budaya. Yogyakarta: Kunci Ilmu.

Budiono Herusatoto. 2001. Simbolisme dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanindita Graha Widia.

Dudung Abdurrahman. 2011. Metodologi Penelitian Sejarah Islam. Yogyakarta: Ombak

Husein Djajadiningrat. 1983. Tinjauan Historis Sajarah Banten. Djakarta: Djambatan.

Juliadi. 2007. Masjid Agung Banten (Nafas Sejarah dan Budaya). Yogyakarta: Ombak.

Koentjaraningrat. 2004. Bunga Rampai: Kebudayaan Mentalitas Dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kuntowidjoyo. 2005. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang.

La Ode Rabani. 2010. Kota-Kota Pantai Di Sulawesi Tenggara: Perubahan Dan Kelangsungannya. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Lukman Hakim. 2006. Banten dalam Perjalanan Jurnalistik, Pandeglang: Divisi Publikasi Banten Haeritage.

Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto. 2010. Sejarah Nasional Indonesia III, Jakarta: Balai Pustaka.

Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi IV). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Purnawan Basundoro. 2012. Pengantar Sejarah Kota. Yogyakarta: Ombak

Supratikno Rahardjo, dkk. 2011. Kota Banten Lama; Mengelola Warisan Untuk Masa Depan. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Titik Pudjiastuti. 2015. Menyusuri Jejak Kesultanan Banten. Jakarta: Wedatama Widya Sastra

Wiryomartono, A. Bagoes P. 1995. Seni Bangunan dan Seni Binakota di Indonesia, Kajian Mengenai Konsep, Struktur, dan Elemen Fisik Kota Sejak Peradaban Hindu-Budha, Islam Hingga Sekarang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Artikel dalam buku kumpulan artikel:

O.Untoro, Heriyanti. 1997. “Pemanfaatan Sumber Daya Lingkungan di Bandar Banten”. Dalam Sri Sutjianingsih. Banten Kota Pelabuhan Jalan Sutra: Kumpulan Makalah Diskusi. Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional Dirjen Kebudayaan Depdikbud.

Artikel dalam koran:

Edi Hudiata, HMT, Senin, 11 April 2005. “Menyongsong Babad Baru Banten”. Fajar Banten.

Internet :

http:// bantenbiennale2017. blogspot.co.id/2017/07/ banten-biennale-01.html, diunduh pada tanggal 28 Mei 2018.

Raudal Tanjung Banua. 2015. Di Atas Menara Masjid Agung Banten. Dalam Marhalim Zaini (ed.). Pelabuhan Merah: Kumpulan Puisi Pilihan Riau Pos 2015. Pekanbaru: Sagang Intermedia, [Online]. (https://issuu.com/ sagangbuku/ docs/ buku_puisi_riau_pos_2015/15), diakses tanggal 28 Mei 2018.

Tb. A. Fauzi S. 2009. Konsep Tata Ruang Wilayah Era Kesultanan Banten (Online). (http://www.radarbanten.com), diakses 1 Maret 2013.

[Wongbanten] TOR Banten Bangkit #2: Gawe Kuta Baluwarti Bata Kalawin Kawis, https://www.mail-archive.com/ (wongbanten @ yahoogroups.com /msg16197.html). [Online], diakses tanggal 28 Mei 2018.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/candrasangkala.v4i1.3434

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by Department of History Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Jl. Ciwaru, No. 25, Serang, Banten
candrasangkala@untirta.ac.id; milhamg@untirta@ac.id

Creative Commons License Creative Common Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)

View My Stats