PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN SEJARAH SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH

Galun Eka Gemini, Nurhata Nurhata

Abstract


Sekarang ini pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik merupakan isu yang masih ramai digaungkan (aktual) di tiap-tiap sekolah di Indonesia. Ini merupakan bagian dari implementasi penerapan Kurikulum 2013 atau Kurtilas – yang diperuntukkan pada setiap mata pelajaran (termasuk mata pelajaran sejarah), juga pada tiap jenjang sekolah. Fenomena pembelajaran melalui pendekatan saintifik ini menjadi latar belakang yang diambil. Tujuannya adalah guna mengetahui sejauh mana pengaruh pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemahaman sejarah pada siswa. Adapun rumusan masalah penelitian ini: (1) pengaruh pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kritis siswa; (2) pengaruh pendekatan saintifik terhadap pemahaman sejarah siswa; dan (3) manakah yang lebih besar mendapatkan pengaruh dari penggunaan pendekatan saintifik terhadap keduanya, kemampuan berpikir kritis atau pemahaman sejarah? Objek penelitian yang dipilih adalah SMA Negeri di Kabupaten Indramayu dengan mengambil sampel terdiri dari lima sekolah yang dianggap mewakili dan dibagi berdasar zona timur (SMAN 1 Sliyeg), selatan (SMAN 1 Tukdana), tengah (SMAN 1 Jatibarang), utara (SMAN 1 Indramayu) dan barat (SMAN 1 Haurgeulis). Sementara itu, sampel responden berjumlah 360 orang. Model penelitian yang diterapkan adalah metode survai dengan desain penelitian cross sectional desaign. Teknik pengumpulan data melalui angket atau kuesioner dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pendekatan saintifik berpengaruh terhadap berpikir kritis siswa SMA Negeri di Kabupaten Indramayu (t hitung (11,103) > t tabel (1,657)). Adapun besarnya pengaruh pendekatan saintifik terhadap berpikir kritis sebesar 33,3% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya. Sementara penggunaan pendekatan saintifik berpengaruh terhadap pemahaman sejarah siswa SMA Negeri di Kabupaten Indramayu (t hitung (8,875) > t tabel (1,657)) dan besarnya pengaruh pendekatan saintifik terhadap pemahanan sejarah sebesar 42,5% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman sejarah dalam pembelajaran sejarah siswa, hendaklah menggunakan pendekatan saintifik dalam proses pembelajarannya.


Keywords


Pendekatan Saintifik, Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemahaman Sejarah

Full Text:

PDF

References


Carr, K. S.(1990). How Can We Teach Critical Thinking. Eric Digest, http://ericps.ed.uiuc.ed/eece/pubs/digest/1990.carr90.html.

Daryanto.(2014). Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: Gava Media.

Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hasan, Said Hamid. (2008). Pendidikan Sejarah dalam rangka Pengembangan Memori Kolektif dan Jati Diri Bangsa.Tulisan sebagai Apresiasi untuk Prof. Dr. Sartono Kartodirjo.

Hasan, Said Hamid. (2012). Pendidikan sejarah indonesia ; isu dalam ide dan pembelajaran.Bandung : Rizqi Press.

Sani, Ridwan A. (2014). Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Singarimbun dan Effendi S. (2012).Metode penelitian survei.Jakarta : LP3S.

Supardan, Dadang. Bagaimana Mengajarkan Beripikir Kritis kepada Para Siswa, Makalah Seminar Internasional 15April 2008 di University Kebangsaan Malaysia.

Republik Indonesia. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/candrasangkala.v4i2.4532

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats Flag Counter