Maria Walanda Maramis Sang Pelita Pendidikan Perempuan di Minahasa ( 1917-1924 )

Khairul Tri Anjani

Abstract


Maria Yosephine Catharina Maramis, seorang putri keluarga Maramis Rotin Sulu, dilahirkan di Kema, kota pelabuhan kecil di Sulawesi Utara pada tanggal 1 Desember 1872. Ketika berumur enam tahun, Maria Josephine Chaterine Maramis menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya jatuh sakit dan meninggal. Maria Josephine Chaterine Maramis dan kakak-kakaknya diasuh oleh pamannya, Mayor Ezan Rotinsulu di Airmadidi dan disekolahkan di sekolah Melayu saat itu.

Menurut pandangan Maria seorang ibu adalah inti dari suatu rumah tangga yang juga menjadi inti masyarakat, mengenai hal mendidik anak untuk melakukan pekerjaan rumah itu adalah tanggungjawab seorang ibu dan hal tersebut membutuhkan kepandaian dan keterampilan seorang ibu. Hal-hal tersebut biasanya tidak dimiliki oleh anak gadis Minahasa pada waktu itu dan apabila dilalaikan oleh masyarakat maka akan terjadi ketimpangan, maka perlu diberikan pelajaran bagi anak gadis yang kelak akan menjadi seorang ibu.

 Melalui pemahaman Maria yang sangat kritis dalam memandang ketimpangan sosial tersebut maka Maria berusaha untuk mencari solusi agar dapat menolong masyarakat Minahasa, khususnya kaum perempuan. Langkah-langkah yang ditempuh untuk mewujudkan ide Maria Walanda Maramis adalah sebagai berikut:

   Maria mulai menulis berbagai artikel di surat kabar yang mengkampanyekan tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak, Maria juga mengadakan rapat yang beranggotakan kaum perempuan dengan Maria sebagai pembicara utamanya. Dengan semangatnya, Maria memberikan pengertian mengenai gagasan-gagasannya dan menyakinkan agar gagasannya dapat diterima dan Maria kemudian mengusulkan agar membentuk sebuah organisasi yang diberi nama Perserikatan Ibu Kepada Anak Temurunnya (PIKAT).

PIKAT (Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya), perkumpulan perempuan yang pertama di Minahasa yang berdiri pada tanggal 8 Juli 1917.  Pada tanggal 22 April 1924, Maria meninggal dunia. 45 tahun kemudian, Maria dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional.


Keywords


Maria Walanda Maramis;Pendidikan Perempuan;Minahasa

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.30870/candrasangkala.v5i2.5952

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by Department of History Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Jl. Ciwaru, No. 25, Serang, Banten
candrasangkala@untirta.ac.id; milhamg@untirta@ac.id

Creative Commons License Creative Common Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0)

View My Stats