PEMENUHAN KEBUTUHAN BELAJAR ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN NONFORMAL

Fakhruddin Fakhruddin

Abstract


Penelitian ini mendeskripsikan faktor penyebab menjadi anak jalanan, ragam kebutuhan belajar, dan pemenuhan kebutuhan belajar melalui program pendidikan nonformal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah anak jalanan beserta orang tuanya. Sebagai informan pendukung ini yaitu Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Yayasan Setara, dan tokoh masyarakat yang berada di lingkungan rumah anak jalanan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan menjadi anak jalanan yaitu: faktor ekonomi keluarga yang rendah; pendidikan orang tua yang rendah; dan perceraian (broken home). Anak jalanan di Kota Semarang memiliki ragam kebutuhan belajar yang berbeda-beda: ragam kebutuhan belajar anak jalanan di Tugu Muda mengenai mekanik motor dan memasak; di Simpang Lima tidak ada; di bawah naungan Yayasan setara mengenai program kelompok belajar memanfaatkan barang bekas, dan pemenuhan kebutuhan belajar anak jalanan dipenuhi secara mandiri dan melalui lembaga Yayasan Setara.

 

Kata Kunci: Pemenuhan Kebutuhan Belajar, Anak jalanan, Program                                            Pendidikan  Nonformal

Full Text:

XML

References


DAFTAR PUSTAKA

Ajisukmo, Clara R.P. 2012. Faktor-Faktor Penting Dalam Merancang Program Pendidikan Luar Sekolah Untuk Anak Jalanan Dan Pekerja Anak. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta. Vol. 16, No. 1, Juli.

Apriliani, Wahyu & Yusuf, Amin. 2015. Kebiasaan Belajar Anak Jalanan Kawasan Simpang Lima Kota Semarang Binaan Komunitas Satoe Atap. Journal of Non Formal Education and Community Empowerment. Universitas Negeri Semarang. Vol.4, No. 1. April.

Jamaludin. 2014. Eksploitasi Anak Jalanan (Studi Kasus Anak Jalanan Di Kecamatan Pontianak Selatan. FISIP Universitas Tunjungpura. Vol. 2, No. 3, September.

Erwin. 2013. Antropologi Indonesia. Universitas Indonesia. Vol. 34 No 2 Juli-Desember.

Karakus, Mulazim. 2012. Socio-Cultural Situation of Street Children and Their Expectations about Future1(Example of Diyarbakır City). Abant Izzet Baysal University Turkey. International Journal of Business and Social Science.Vol. 3.No. 16: 278.

Moleong, L. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Siregar, Hairani dkk. 2006. Faktor dominan Anak Menjadi Anak Jalanan Di Kota Medan. Jurnal Studi Pembangunan. Vol 1, No 2, April.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutarto, Joko. 2008. Identifikasi Kebutuhan Belajar Dan Sumber Belajar Pendidikan NonFormal. Semarang: Unnes Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.