KECAKAPAN HIDUP SANTRI SETELAH MENGIKUTI PEMBELAJARAN BERBASIS WIRAUSAHA DI PONDOK PESANTREN KABUPATEN PANDEGLANG

Ika Rizqi Meilya

Abstract


KECAKAPAN HIDUP SANTRI SETELAH MENGIKUTI PEMBELAJARAN BERBASIS WIRAUSAHA DI PONDOK PESANTREN KABUPATEN PANDEGLANG

 

 

Ika Rizqi Meilya,

 ika.rizqi@untirta.ac.id

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah FKIP Untirta

 

ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecakapan hidup santri setelah mengikuti pembelajaran berbasis wirausaha di Pondok Pesantren Kabupaten Pandeglang. Adapun teknik dan pedoman pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, serta mengumpulkan data-data serta fakta-fakta yang terjadi dengan tambahan referensi dari beberapa buku yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas. Pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal kepada pengelola, kyai, tenaga pengajar dan santri di pondok pesantren  Kabupaten Pandeglang. Adapun hasil penelitian ini adalah kecakapan hidup yang dimiliki santri setelah mengikuti pembelajaran berbasis wirausaha di pondok pesantren Kabupaten Pandeglang antara lain: a) kecakapan akademikk; b) kecakapan sosial; c) kecakapan personal; dan d) kecakapan vokasional. Kecakapan akademik yang diperoleh santri di pondok pesantren yaitu kemampuan santri dalam memahami kitab kuning,  kemampuan santri dalam berbahasa Arab & Inggris sebagai alat berkomunikasi. Sedangkan kecakapan social yang dimiliki sanri di Kabupaten Pandeglang antara lain kemampuan berkomunikasi lisan, berkomunikasi tertulis, dan bekerja sama. Untuk komunikasi personal santri di Kabupaten Pandeglang memiliki kemampuan untuk melihat potret dirinya sendiri dalam lingkungan keluarga, kebiasannya, kegemarannya, kemampuan menggali informasi, mengolah informasi, dan mengambil keputusan secara cerdas, serta mampu memecahkan masalah secara tepat dan baik. Terakhir kemampuan vokasional, santri di Kabupaten Pandeglang memiliki kemampuan berupa keterampilan pelatihan menjahit dan tata boga, tujuannya agar para santri bisa memanfaatkan dan mengembangkan keterampilan tersebut untuk membuka usaha dalam memenuhi kehidupannya. Saran dalam penelitian ini kemampuan kecakapan hidup santri di pondok pesantren kabupataten Pandeglang perlu adanya syahadah atau sertifikat sebagai bukti bahwa santri yang bersangkutan telah mengenyam pendidikan life skill. Selanjutnya kepada seluruh jajaran pengurus pendidikan life skill untuk menambahkan program pelatihan-pelatihan yang menitikberatkan pada pemanfaatan lingkungan seperti pelatihan bercocok tanam dan berkebun

Kata Kunci: Kecakapan Hidup, Pembelajaran Wirausaha, Pondok Pesantren

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, M, Ma’ruf. 2011. Wirausaha Syari’ah. Banjarsari: Antara Press.

Alma, Buchari. 2011. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.

Abas, Sunarya, PO. dkk, 2011, Kewirausahaan. Yogyakarta: CV ANDI

Bungin,Burhan, 2008, Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Hamzah, B, Uno. 2006. Orientasi dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hatimah, Ihat, dkk. 2011. Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Hikmat,Harry, 2004,Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Humaniora Utama Press(HUP)

J. Moleong, Lexy, 2006,Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT.Remaja Rosda Karya

Kamil. Mustofa. (2012). Model Pendidikan dan Pelatihan (Konse dan Aplikasi). Bandung: Alfabeta.

Mangkuprawira, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia Strategi. Jakarta: Ghalia Imdonesia

Marzuki,Saleh, 2010,Pendidikan Nonformal. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Masyhud, Sultan, dkk. 2004. Manajemen Pondok Pesantren. Jakarta: Diva Pustaka

Mathis, 2002, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Salemba Empat

Nanang Fattah. 2011. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nasution, A, Hakim, dkk. 2007. Entrepreneurship, Membangun Spirit Teknopreneurship. Yogyakarta: Andi.

Sikula, 2000, Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: Fakultas Psikologi UNPAD

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D). Bandung: Alfabeta.

Sudjana, Djuju, 2004, Manajemen Program Pendidikan, Untuk Pendidikan Non Formal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: Falah Production

Usman Husaini. 2006. Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/e-plus.v3i2.4993

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) dibuat di bawah  Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4.0

 

Penghitung Bendera