Analisis Keterampilan Proses Sains Pembelajaran Larutan Penyangga Menggunakan Siklus Belajar Hipotesis Deduktif

Siska Novita Sari, F.M. Titin Supriyanti, Gebi Dwiyanti

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pencapaian Keterampilan Proses Sains dalam pembelajaran larutan penyangga dengan siklus belajar hipotesis deduktif.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan subyek penelitian sebanyak 40 siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kota Bandung yang dikategorikan ke dalam siswa kategori tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Lembar Kerja Siswa, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, siswa dapat mengembangkan 10 indikator KPS yang meliputi keterampilan mengamati, mengklasifikasikan, merencanakan percobaan, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, meramalkan, menggunakan alat dan bahan, menafsirkan pengamatan, menerapkan konsep, berkomunikasi tergolong dalam kategori baik. Berdasarkan KPS setiap kategori kelompok siswa menunjukkan siswa kelompok tinggi dapat mengembangkan 10 indikator KPS dengan pencapaian sangat baik, sedangkan siswa kelompok sedang dan rendah dapat mengembangkan 10 indikator KPS dengan pencapaian baik.


Keywords


Hipotesis Deduktif; Keterampilan Proses Sains; Larutan Penyangga.

References


Ango, M. L. 2002, Mastery of Science Process Skills and Their Effective Use in the Teaching of Science. International Journal of Educology, vol.16, no.1, hh. 11-30.

Arikunto, S. 2009, Evaluasi Program Pendidikan Edisi Kedua. Jakarta: Bumi Aksara.

Baharuddin & Wahyuni. 2008, Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta, Ar-Ruzz Media.

Baker, E. McGaw, B. & Peterson. 2007, Constructivism and learning. International Encyclopedia of Education 3rd.

Dahar, RW. 1986,. Pengelolaan Pembelajaran Kimia, Jakarta Universitas Terbuka, Depdikbud.

Dimyati dan Mudjiono. 2009, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, Penerbit Rineka Cipta.

Firman, H. 2000, Penilaian Hasil Belajar dalam Pengajaran Kimia, Bandung, Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI.

Ju, H. , & Choi, I. 2018. The Role of Argumentation in Hypothetico-Deductive Reasoning During Problem-Based Learning in Medical Education: A Conceptual Framework. Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning, 12(1).

Karamustafaoğlu, S. (2011). Improving The Science Process Skill Ability of Science Student Teachers. Eurasian Journal of Physic and Chemistry Education, vol.3, no.1,hh 26-38.

Lawson, A. E. 2000. The generality of hypothetico-deductive reasoning: making scientific thinking explicit. The American Biology Teacher, 62(7): 482-495.

Liliasari, et al. 2009, Analisis Keterampilan Proses Sains Siswa SMA pada Model Pembelajaran Praktikum D-Ei-Hd. Jurnal Pengajaran MIPA, vol.14, no.2, hh 1-20.

Nuhoglu, H dan Yalcin, N. 2006, The Effectiveness of The Learning Cycle Model to Increase Students’ Achievement In The Physics Laboratory. Journal of Turkish Science Education, vol. 3, no.2, hh 28-30.

Rafiuddin 2006, Siklus Belajar Hipotesis Deduktif pada Praktikum Biokimia untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis Mahasiswa Calon Guru. Tesis tidak diterbitkan, Bandung, Program Pascasarjana UPI.

Rustaman, N. dkk. 2005, Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang, UM Press.

Yuliati, L. 1995, Kemampuan Pemikiran Hipotesis Deduktif Siswa dalam Penguasaan Konsep Fisika Pokok Bahasan Kapasitas Listrik, Tesis tidak diterbitkan, Bandung, UPI.

Zubrowski, B. 2007, An Observational and Planning Tool for Professional Development in Science Education. Journal Science Teacher Education, vol 18, hh. 861–884.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/educhemia.v4i1.4055

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Siska Novita Sari, F.M. Titin Supriyanti, Gebi Dwiyanti

EduChemia Indexed by:

Hasil gambar untuk logo google scholar     Hasil gambar untuk logo DOAJ

 

 

Hasil gambar untuk logo IPI garuda

 

Hasil gambar untuk logo sinta dikti