Limbah Cair Industri Minyak Goreng Sawit sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodiesel

Haryono MT, Solihudin Solihudin, Evy Ernawati, Surya Pramana

Abstract


Pada proses produksi minyak goreng sawit dihasilkan berbagai jenis limbah, salah satunya adalah limbah cair. Limbah cair tersebut diperkirakan masih mengandung asam lemak yang relatif potensial sebagai bahan baku untuk sintesis biodiesel. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi terbaik tahap transesterifikasi dengan katalis NaOH pada pemanfaatan limbah cair industri minyak goreng kelapa sawit sebagai bahan baku sintesis biodiesel. Kondisi terbaik tahap transesterifikasi tersebut dipelajari berdasarkan parameter rasio mol minyak terhadap metanol (1:5, 1:7, 1:9, dan 1:1) dan kadar katalis NaOH (0,3, 0,5, dan 0,7%-b/b). Sintesis biodiesel pada penelitian ini dilakukan melalui 5 tahap, yaitu: karakterisasi bahan baku, tahap esterifikasi dengan katalis H2SO4, tahap transesterifikasi dengan katalis NaOH, pemurnian biodiesel, dan karakterisasi biodiesel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik pada tahap transesterifikasi dicapai pada reaksi dengan rasio mol minyak terhadap metanol sebesar 1:5 dan kadar katalis NaOH sebanyak 0,5%. Pada kondisi tersebut dihasilkan biodiesel dengan rendemen 87,62% dan karakteristik berupa densitas, viskositas, bilangan asam, titik nyala, dan kandungan energi berturut-turut sebesar 863,5 kg/m3, 4,1 mm2/s, 1,61 mg KOH/g biodiesel, 140ºC, dan 38,22 MJ/kg.

Keywords


Biodiesel; Industri Minyak Goreng; Limbah Cair; Sawit

Full Text:

PDF

References


Anastopoulos, G., Zannikou, Y., Stournas, S., Kalligeros, S. (2009). Transesterification of vegetable oils with ethanol and characterization of the key fuel properties of ethyl esters. Energies (2), 362–376. http://doi:10.3390/en20200362

Atadashi, I.M., Aroua, M.K., Abdul Aziz, A.R., Sulaiman, N.M.N. (2010). The effects of catalysts in biodiesel production: A Review. Journal of Industrial and Engineering Chemistry, 1–40.

BPPT, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. (2017). Outlook Energi Indonesia 2017: Inisiatif Pengembangan Teknologi Energi Bersih. Jakarta.

BSN, Badan Standardisasi Nasional. (2015). Standar Nasional Indonesia Biodiesel SNI 7182:2015. Jakarta.

Dauqan, E.M.A., Sani, H.A., Abdullah, A., Kasim, Z.M. (2011). Fatty Acids Composition of Four Different Vegetable Oils (Red Palm Olein, Palm Olein, Corn Oil and Coconut Oil) by Gas Chromatography. In 2nd International Conference on Chemistry and Chemical Engineering 2011, Vol. 14. IACSIT Press Singapore : 31–34.

Dewan Energi Nasional. (2016). Outlook Energi Indonesia 2016 (hal. 16 – 18), ISSN 2527-3000. Sekteraiat Jenderal Dewan Energi Nasional, Jakarta.

Gandhi, M., Ramu, N., Bakkiya Raj, S. (2011). Methyl ester production from Schlichera oleosa. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Recearch 2(5) : 1244–1250.

Ganduglia, F. (2009). Handbook on Biofuels (pp. 9–10), ISBN13: 978-92-9248-120-9. IICA-ARPEL Press. Montevideo, Uruguay.

Gerpen, V.J., Shanks, B., Pruszko, R., Clements, D., Knothe, G. (2004). Biodiesel Production Technology. National Renewable Energy Laboratory. US Department of Energy. Colorado.

Haryono, Nathanael, C.L., Yuliyati, Y.B. (2017). Pengaruh Rasio Mol Minyak-Metanol terhadap Perolehan dan Kualitas Biodiesel dari Minyak Kelapa Sawit dengan Katalis Kalsium Oksida. Di Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2017, Vol. 7 No. 1, EISSN 2303-2480 : 194–201.

Haryono & Marliani, A. (2014). Analisis Mutu Biosolar pada Variasi Formulasi Blending Biodiesel dari Minyak Biji Kapuk dengan Minyak Solar. Eksergi 10(2) : 25–30.

Hayyan, A., Alam, M.Z., Mirghani, M.E.S., Kabbashi, N.A, Hakimi, N.I.N. M., Siran, Y.M., Tahiruddin, S. 2010. Production of biodiesel from sludge palm oil by esterification process. Journal of Energy and Power Engineering 4(1) : 1–7.

Knothe, G., Gerpen, J. V., Krahl, J., (2005). The Biodiesel Handbook (pp. 89–90). Champaign-Illinois: AOCS Press.

Leung, D.Y.C. & Guo, Y. (2006). Transesterification of neat and used frying oil: optimization for biodiesel production. Fuel Process. Technol. (17) : 1–8.

Lotero, E., Liu, Y., Lopez, D.E., Suwannakarn, K., Bruce, D.A., Goodwin, J.G.Jr. (2005). Synthesis of biodiesel via acid catalysis. Ind. Eng. Chem. Res. (44) : 5353–5363.

Murugesan, A., Umarani, C., Subramanian, R., Nedunchezhian, N., (2009). Biodiesel as an alternative fuel for diesel engines-A review. Renewable and Sustainable Energy Reviews (13)3 : 653–662.

Patil, P. & Deng, S. (2009). Optimization of biodiesel production from edible and non-edible vegetable oils. Fuel 88(7) : 1302–1306.

Sahoo, P.K., Das, L.M., Babu, M.K.G., Naik, S.N. (2007). Biodiesel development from high acid value Polanga seed oil and performance evaluation in a CI engine. Fuel (86)3 : 448–454.

Sanford, S.D., White, J.M., Shah, P.S., Wee, C., Valverde, M.A., Meier, G.R. (2009). Feedstock and Biodiesel Characteristics Report November 17th (pp. 1–137). Renewable Energy Group, Inc., Iowa-USA.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/educhemia.v4i1.5030

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Haryono MT, Solihudin Solihudin, Evy Ernawati, Surya Pramana

EduChemia Indexed by:

Hasil gambar untuk logo google scholar     Hasil gambar untuk logo DOAJ

 

 

Hasil gambar untuk logo IPI garuda

 

Hasil gambar untuk logo sinta dikti