Kajian Terhadap Tanaman Pewarna Alami Pada Masyarakat Baduy Luar

Irah Namirah, Isriyanti Affifah, Imas Eva Wijayanti, Indah Langitasari

Abstract


Suku baduy merupakan suatu komunitas tradisional yang terletak di sekitar kawasan hutan dan masih mempertahankan nilai budaya leluhur. Keanekaragaman hayati  masih terjaga dan pemanfaatan bahan alam dalam kehidupan masyarakat masih dipertahankan. Oleh  karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali pengetahuan lokal pada masyarakat Baduy. Metode penelitian yang digunakan metode studi deskriptif kualitatif dan eksploratif. Dari hasil observasi lapangan, didapatkan tanaman pewarna alami telah digunakan masyarakat Baduy luar sejak dahulu dan ditemukan berdasarkan pencarian masyarakat Baduy terhadap beberapa tanaman disekitar yang dapat dijadikan sebagai pewarna. Tanaman pewarna yang digunakan diantaranya adalah  tarum (Indigofera tinctoria) (daun), mahoni (Swietenia mahagoni) (kulit), secang (Caesalpinia sappan L) (kulit), putri malu (Mimosa pudica) (daun), jengkol (Archidendron pauciflorum) (kulit) dan pinang (Areca catechu L) (buah) dan renrang (kulit). Informasi ini dapat dikembangkan menjadi kajian etnokimia yang kemudian diterapkan pada proses pembelajaran di jurusan Pendidikan Kimia Universitas Sultan Ageng tirtayasa. Penelitian ini didanai oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng tirtayasa.


Keywords


Baduy; Bahan alam; keanekaragaman hayati; tanaman

Full Text:

PDF

References


Arisetyawan, A., Suryadi, D., Herman, T., & Rahmat, C. (2014). Study Ethnomathematics : A Lesson of Baduy Culture. International Journal of Education and Research, vol. 2, no. 10, Hh. 681–688.

Chanayath, N., Lhieochaiphant, S., & Phutrakul, S. (2002). Pigment Extraction Techniques from the Leaves of Indigofera tinctoria Linn . and Baphicacanthus cusia Brem . and Chemical Structure Analysis of Their Major Components. CMU. Journal, issue 1, Hh. 149–160.

Colipa, C. (2012). Scientific Committee on Consumer Safety Indigofera tinctoria. (September).

Ellen, R. F., & Iskandar, J. (2000). The contribution of Paraserianthes (Albizia) falcataria to sustainable swidden management practices among the Baduy of West Java. Human Ecology, vol. 28, No. 1, Hh. 1–17.

Iskandar, J. (2015). Studi etnobotani keanekaragaman tanaman pangan pada “Sistem Huma” dalam menunjang keamanan pangan Orang Baduy. 1(September), 1265–1272.https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010601

Lestari, K., & Riyanto. (2004). Pembuatan Pewarna Alam Biru Dari Indigofera tinctoria. Dinamika Kerajinan Dan Batik, Vol. 21, Hh. 7–15. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22322/dkb.v0i21.1107.g941

Permana, R. C. E. (2009). Masyarakat Baduy dan pengobatan tradisional berbasis tanaman. Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia, vol. 11, no. 1, 81. https://doi.org/10.17510/wjhi.v11i1.145

Rahayu, Mulyati., Harada & Kazuhiro.(2004). Peran tumbuhan dalam kehidupan tradisional masyarakat lokal di taman nasional gunung halimun jawa barat, Berita Biologi,Volume 7, Nomor 1, April 2004 dan Nomor 2, Agustus 2004 Edisi Khusus: Biodiversitas Taman Nasional Gunung Halimun (HI)

Suparmini., Setyawati, Sriadi., Sumunar & Dyah Respati Suryo., (2013). Pelestarian Lingkungan Masyarakat Baduy Berbasis Kearifan Lokal, Jurnal Penelitian Humaniora, Vol. 18, No.1, Hh. 8-22.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/educhemia.v4i2.6150

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Irah Namirah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

EduChemia Indexed by:

  Image     Image       Image     Image   Image

Visitor