PEMBELAJARAN SENI PENCAK SILAT TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG

Toni Yudha Pratama

Abstract


Anak-anak dengan hambatan Intelektual, kondisi fisiknya hampir tidak berbeda dengan anak normal lainnya, begitu juga dengan perkembangan gerak dan kondisi kesehatan. Tapi untuk anak-anak tunagrahita moderat, banyak masalah kesehatan dan fisik dibatasi oleh Mosier, Grossman dan Dingman, 1965, Barlow, 1978, Patton; 1986 di Delphie (2005: 30) 'bahwa mereka mengalami gangguan gerak perkembangan, tingkat pertumbuhan abnormal, gangguan sensorik terutama pada persepsi penglihatan dan pendengaran'. Selain itu, menurut Martasuta (1983: 4), 'anak tunagrahita menunjukkan kurangnya citra diri dan konsep diri, dan menunjukkan angka di bawah normal dalam hal ukuran, kekuatan, koordinasi, keseimbangan, dan kecepatan'. Dengan demikian, tunagrahita anak sangat membutuhkan aktivitas gerak menumbuhkan dalam upaya meningkatkan kemampuan gerak serta kebugaran fisik. Metode penelitian adalah cara ilmiah yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data dan pengumpulan hasil penelitian dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian eksperimental adalah penelitian yang sistematis, logis dan menyeluruh dalam mengendalikan kondisi. Diskusi, ada peningkatan tingkat kebugaran jasmani anak tunagrahita yang berusia 12 tahun ke atas setelah diberi pengobatan dalam bentuk pelatihan pencak silat selama 6 minggu dengan satu minggu tiga kali latihan selama 20-30 menit. Dari hasil perhitungan menggunakan uji rank Wilcoxon ditandai, diperoleh Thit = 0 dan T tabel 0 atau T hitung 0 ≤ T tabel 0. Hal ini mengindikasikan bahwa praktik pencak silat secara teratur dan terarah berpengaruh terhadap tingkat kebugaran fisik anak tunagrahita. berusia 12 tahun ke atas di SKh X Kota Serang.

 


Keywords


Seni Pencak Silat, Kebugaran Jasmani, Tunagrahita Sedang

Full Text:

PDF

References


Amin, M. (1995). Pendidikan Anak Tunagrahita. Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta

Astati. (2001). Terapi Musik untuk Anak Tunaghrahita. Bandung : CV Pendawa

Delphie, B. (2006). Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung: Refika Aditama

Delphie, B. (2006). Pembelajaran Anak Tunagrahita. Bandung: Refika Aditama

Delphie, B. (2005). Bimbingan Konseling untuk Perilaku Non-Adaptif. Bandung: Pustaka Bani Quraisyi

Downixs (2009). Tes Keterampilan Olahraga [online]. Tersedia :http://downixs.wordpress.com/2009/11/26/tes-ketrampilan-olahraga/ [November 26, 2009 ]

Faruq, M.M. (2009). Meningkatkan Kebugaran Jasmani Melalui Permainan dan Olahraga Pencak Silat. Surabaya: PT Gramedia Widia Sarana Indonesia.

Giriwijoyo, S,dkk. (2007). Ilmu Kesehatan Olahraga. Bandung: Tim Pengajar Pendidikan Olahraga dan Kesehatan UPI

Hariyadi, S.K. (2003). Teknik Dasar Pencak Silat Tnding. Jakarta: DIAN RAKYAT

Karniawati, I. (2005). Pengembangan Jurus pada Ibing Pencak Silat oleh Ibu Eem di Paguron Gelar Putra Domas. Skripsi Sarjana pada FPBS UPI bandung: tidak diterbitkan

Lala. (2009). Tunagrahita Tidak Selalu Idiot. [online]. Tersedia.http: //laraasih.com/pendidikan/tunagrahita-tidak-selalu-idiot-lala.[16 Juli 2009]

Lerch, N. (2004). Pencak Silat Tapak Suci. [online]. Tersedia : http//www.tapak-suci.de.index.php?option=com content&view=article&id=44&itemid=2〈=in.[11 Januari 2004]

Lutan, R, dkk. (1991). Manusia dan Olahraga. Bandung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.