Variasi Bentuk dan Makna Motif Bordir di Sentra Bordir Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya

Aini Loita, Wan Ridwan Husen

Abstract


Melihat perkembangan bordir yang pesat dan beragamnya bordir yang dihasilkan di Sentra Bordir Kawalu Tasikmalaya, penulis ingin menghimpun dan menganalisis seni hias bordir yang merupakan salah satu icon kerajinan masyarakat Tasikmalaya. Beberapa persoalan yang diteliti meliputi bagaimana proses pembuatan motif bordir, bagaimana variasi bentuk motif dan bagaimana makna motif bordir di sentra bordir Kawalu Kota Tasikmalaya. Penelitian ini penting dilakukan untuk mendeskripsikan dan mengarsipkan proses pembuatan motif bordir, variasi bentuk motif bordir meliputi jenis bentuk motif, pola hias dan kombinasi warna yang digunakan, serta makna motif bordir di sentra bordir Kawalu Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada dua jenis proses pembuatan bordir yaitu melalui bordir manual untuk produksi terbatas dan melalui bordir komputer untuk produksi masal. Bordir Tasikmalaya sangat bervariasi dari segi bentuk dan motif, namun kebanyakan jenis motif Tasikmalaya didominasi oleh motif naturalis. Bordir Tasikmalaya dibuat untuk memenuhi pesanan dari konsumen dan bersifat komersil, hal ini mengakibatkan tidak ada makna khusus dan simbolik dalam motif bordir Tasikmalaya.

 


Keywords


Bordir Tasikmalaya, Motif Bordir.

Full Text:

PDF

References


Arora, R, Mathur, R and Gupta, V. (2017). “Development of design catalogue for sustenance of traditional craft of chamba embroidery,” in Journal of Textile Design Research and Practice, vol. 5, https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/20511787.2017.1403825, pp. 17-49.

Callahan, A. (2015) “Mariska karasz’s creative embroidery, “ in The Journal of Modern Craft, vol. 8, https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/17496772.2015.1054698, pp. 115-124.

Delon, Y. Kitab Wilcom Embroidery Studio e2. Tidak Dipublikasikan.

Ernawati. (2008). Pengelolaan Tata Busana. Padang: UNP Press.

Kartika, DS. (2004). Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains.

Kurnia, N. (2015). Kreasi Sulaman dan Bordiran. Mataram: Caraka Darma Aksara.

Miles, MB and Huberman, AM. (1992). Pengolahan Data Kualitatif (Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohidi). Jakarta: Universitas Indonesia.

N-Khoury, O.J and Jones, S. (2013). “Silk thread martyrs”: palestinian embroidery,” in Cloth and Culture, vol. 11, https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.2752/175183513X13710294194122, pp. 196-201.

Pulukadang, Roesbani, W. (2009). Keterampilan Menghias Kain. Bandung: Angkasa.

Rosma, A. (1997). Hj. Rosma dan Nukilan Bordir Sumatera Barat. Padang: Citra Budaya Indonesia.

Sunaryo, A. (2010). Ornamen Nusantara Kajian Khusus tentang Ornamen Indonesia. Semarang: Dahara Prize.

Sulasmi, DWA. (2002). Warna Teori dan Kreativitas Penggunaannya. Bandung: ITB.

Suhersono, H. (2005). Desain Bordir Motif Geometris. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Thunder, M. (2014). “Capturing understanding of women’s embroidery designs: a methodology for research and a critique of cataloguing databases using the example of women’s embroidery in nineteenth-century britain,” in Textile History, vol. 45, https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1179/0040496914Z.00000000038, pp. 68-98.

Van Der Hoop. (1949). Indonesische Siermotieven, Ragam-Ragam Perhiasan Indonesia, Indonesian Ornamental Design. Koninklijk Bataviaasch Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/jpks.v3i2.4579

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.