Tari Inla Membangkitkan Nilai Spiritualitas Manusia dengan Pendekatan Etnokoreologi

Alis Triena Permanasari, Dwi Junianti Lestari, Fuja Siti Fujiawati

Abstract


Mahasiswa jurusan Pendidikan Sendratasik Konsentrasi Seni Tari sebagai calon guru seni harus memiliki kompetensi yang menunjang pada semua bidang, termasuk penciptaan seni tari pada taraf anak usia dini. Kompetensi seni bagi mahasiswa diberikan pengalaman teoritis dan praktis dapat diberikan pada Mata Kuliah Tari Pendidikan.  Tujuan dari Mata kuliah tersebut yaitu untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dari segi pengetahuan dan pemahaman di bidang seni tari, kemampuan memecahkan masalah, berfikir kritis dan  demokratis, penghargaan terhadap seni dan keberagaman budaya serta penikmatan seni, kreativitas dan penghayatan dalam seni tari, dan kerja sama dalam kelompok, serta mampu menciptakan tari untuk anak usia dini. Dalam perkuliahannya, mahasiswa dituntut untu mampu berekspresi, berapreasiasi, dan berkreasi seni. Salah satu keterampilan berkreasi mahasiswa yaitu menciptakan tarian untuk anak yang nantinya akan diaplikasikan kepada anak. Hal ini diberikan sebagai bekal pengalaman estetis bagi mahasiswa dan anak tentunya, karena pada akhir perkuliahannya mahasiswa akan membuat suatu pagelaran seni tari dengan melibatkan anak usia PAUD/TK.

 


Keywords


pembelajaran tari, anak usia dini, kreativitas

Full Text:

PDF

References


Berk, Laura E. 2006. Child Development.7th Edition. USA: Pearson Education.Inc.

Day, Barbara. 1994. Early Childhood Education: Developmental/Experiential Learninng, 4th Edition. New York: Macmillan College Publishing Company.

Delphie, Bandi. (2005). Program Pembelajaran Individual Berbasis Gerak Irama. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.

Desfina. (2005). “Belajar Seni Tari Untuk Anak Usia TK ”. Diktat TK FIP UPI Bandung.

Giyartini, Rosarina. (2007). “Tari Kreatif: Konsep Pembelajarannya di Sekolah Dasar (Dari Anak, Oleh Anak, dan Untuk Anak). Tesis Sekolah Pascasarjana Program Studi Pendidikan Seni Tari UPI Bandung.

Joyce, Mary. (1994). First Steps in Teaching Creative Dance to Children. USA: Mayfield Publishing Company.

Kamtini. (2005). Bermain Melalui Gerak dan Lagu di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Depdiknas.

Masitoh. (2008). Strategi Pembelajaran TK. Jakarta: Universitas Terbuka

McInerney, Dennis M. dan Valentina McInerney. (1998). Educational Psychology 2nd Edition. Sydney: Prentice Hall.

Munandar, S.C. Utami. (2012). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Pekerti, Widia, dkk. (2009). Metode Pengembangan Seni. Jakarta: Universitas Terbuka.

Purwatingsih, dan Ninik Harini (2004). Pendidikan Seni Tari-Drama di TK-SD. Malang: Universitas Negeri Malang.

Rachmawati, Yeni dan Euis Kurniati. (2010). Strategi Pengembangan Kreativitas Pada Anak. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Rachmi, Tetty, dkk. (2009). Keterampilan Musik dan Tari. Jakarta: Universitas Terbuka.

Rusdiyani, Isti. (2005). Program Pendidikan Pra Sekolah. Diktat PGTK FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Semiawan, Conny R. 2009. Kreativitas Keberbakatan: Mengapa, Apa, dan Bagaimana. Jakarta: Indeks.

Sujiono, Yuliani Nurani. (2009). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Indeks.

Wallas, G. 1970. The Art of Thought. New York: Penguin Book.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/jpks.v3i2.4582

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.