Anak Koin dan Kemiskinan Tersturktur

Uliviana Restu Handanigtias

Abstract


Anak koin adalah istilah untuk menyebutkan sejumlah anak-anak yang
beratraksi terjun dari kapal Feri yang sedang bersandar untuk mengejar koin yang dilempar oleh penumpang. Semakin banyak penumpang yang melepar koin maka semakin lama anak-anak tersebut menyelam kedalam laut. Atraksi ini telah dilakukan turun temurun, dari bapak ke anak, dari paman ke keponakan, dan seterusnya. Kengerian penumpang yang menyaksikan anak-anak terjun dari atas kapal Feri, justru disalurkan dengan memberi uang kepada mereka. Hal ini memicu anak-anak tersebut untuk meneruskan aktivitas tersebut sebagai sarana untuk mendapatkan uang walaupun bertaruh nyawa. Penelitian ini secara sederhana akan melihat bagaimana anak koin telah dilestarikan oleh masyarakat
agar tetap miskin melalui pendekatan interaksi simbolik Mead dan Blummer. Hasil penelitian menggambarkan bahwa masyarakat secara sosial memiliki kepedulian tetapi secara personal, masyarakat enggan untuk keluar dari zona nyamannya dan melihat realitas sebagai bagian dari kehidupannya. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa faktor uang selalu menjadi alasan bagi masyarakat untuk membenarkan tindakannya terhadap anak koin. Dalam hal ini, anak koin sebagai subjek, memperlihatkan sikap tidak peduli dengan dirinya sendiri dan lebih mementingkan keakraban yang terjalin dengan sesama anak
koin dan bagaimana mereka menjadikan aktivitas tersebut sebagai profesi untuk memperoleh uang.

Kata kunci: anak koin, interaksi simbolik, kemiskinan terstruktur

Full Text:

PDF