Kaitan genotyping errors dengan performa diagnostik molekuler kanker berbasis amplifikasi asam nukleat

Bugi Ratno Budiarto

Abstract


Aplikasi PCR (Polymerase Chain Reaction) dewasa ini telah berkembang cukup pesat yang semula fungsinya hanya untuk perbanyakan fragmen DNA saja. PCR telah digunakan dalam dunia kedokteran sebagai pendeteksi suatu penyakit seperti kanker. Metode deteksi berbasis perbanyakan asam nukleat ini walaupun sudah diklaim memiliki tingkat akurasi deteksi yang cukup tinggi namun eror masih sering dijumpai pada banyak metode deteksi PCR bahkan pada sistem berbasis high-troughput sekalipun. Hal ini menyebabkan data yang didapatkan kurang begitu dipercaya kebenarannya sehingga berdampak sangat signifikan pada kualitas penanganan pasien oleh dokter. Untuk itu, mengetahui penyebab eror PCR dan langkah-langkah eliminasinya menjadi tahapan penting dalam pengembangan metode deteksi molekuler berbasis PCR ini. Pada mini review ini dijelaskan faktor-faktor penyebab timbulnya eror PCR, jenis eror PCR, strategi untuk menghilangkan eror PCR serta implikasi eror PCR pada akurasi deteksi molekuler kanker.


Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.30870/biodidaktika.v13i2.3279

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 BIODIDAKTIKA, JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARANNYA