PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN KADAR SUKROSA TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR TIRAM DI TANGERANG SELATAN

Frederick Neville, Rico Ardianto, Venansi Viktaria, Victoria Budihalim, Indah Juwita Sari

Abstract


Jamur tiram memiliki berbagai manfaat di bidang kesehatan. Oleh karena itu, budidaya jamur tiram perlu dilakukan mengingat tingginya permintaan konsumen yang dapat memicu meningkatnya nilai jual jamur tiram. Akan tetapi, kondisi intensitas cahaya di Tangerang Selatan yang tidak menentu dan kebutuhan nutrisi yang diperlukan jamur tiram menyebabkan budidaya jamur tiram tidak dapat dilakukan secara optimal. Maka untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas cahaya dan kadar sukrosa yang tepat untuk pertumbuhan jamur tiram di daerah Tangerang Selatan. Variasi intensitas cahaya yang digunakan pada penelitian ini adalah penyinaran 24 jam/hari, penyinaran 12 jam/hari, dan penyinaran 0 jam/hari. Sedangkan variasi kadar sukrosa yang digunakan adalah 5%, 10%, dan 15% dalam 100 ml air. Setelah bibit jamur tiram F4 ditumbuhkan selama lima hari, muncul tubuh buah jamur tiram pada perlakuan dengan penyinaran 0 jam/hari dan kadar sukrosa 10%. Berat jamur tiram tersebut adalah 0.0175 gram. Penelitian ini menunjukkan kemungkinan cara kultivasi yang sesuai untuk jamur tiram di Tangerang Selatan.

Keywords


Jamur tiram, intensitas cahaya, kadar sukrosa, Tangerang Selatan

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.30870/biodidaktika.v13i2.3678

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 BIODIDAKTIKA, JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARANNYA