EFIKASI PESTISIDA NABATI DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.)

Ida Hodiyah, Elya Hartini, Amir Amilin

Abstract


ABSTRACT


Chili grows well both in lowland and highland, and as a high economic vegetable chili is widely grown by farmers. Nevertheless, there are still many obstacle in its management among others is pest and disease attack. Antracnose disease by Colletotrichum sp. causes yield decrease even harvest failure as it attacks the fruits. The objective was to find out kinds of biopesticides and its concentration to control antracnose disease. The experiment was conducted in Faculty of Agriculture garden from July until February 2017. A Randomized Block Design was used consisted of 9 treatments i.e. A (control), B (1% soursop extract), C (2% soursop extract), D (1% siam weed extract), E (2% siam weed extract), F (1% galangal rhizome extract), G (2% galangal rhizome extract), H (1% mixture of soursop, kirinyuh, and galangal rhizome extract), and I (2% mixture of soursop, siam weed, and galangal rhizome extract). The results that the efficacy of application of 1% to 2% extracts of soursop leaf, siam weeds, and galangal rhizome, both independently and in mixture, were in the range of ineffective and less effective categories in controlling antracnose disease on red chilli.



Keywords


chili, soursop, siam weed, galangal, antracn

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Adiyoga, W., dan Soetarso, T.A. 1999. Strategi Petani dalam Pengelolaan Resiko pada Usahatani Cabai. J.Hort. Vol. 8 (4).

Ahmad, A., Suskandini, R.D., M. Nurdin, dan F.X. Susilo. 2018. Intensitas Serangan Hama dan Patogen pada Agroekosistem Hidroponik Tanaman Padi (Oryza sativa L.) dengan Berbagai Media Tanam. Jurnal Agrotek Tropika. Vol. 6 (2): 86-90.

Avasthi, A. S., S. Jain, M. Bhatnagar, and S. Ghosal. 2015. In Vitro Antibacterial, Antifungal, Antioxidant and Antihemolytic Activities of Alpinia galangal International Journal of Phytomedicine. Vol. 7: 78-89.

Desiyanti, N., Made, D., I. Made, D. Santara, dan I. Putu, S. 2016. Uji Efektivitas dan Identifikasi Senyawa Aktif Ekstrak Daun

Sirsak sebagai Pestisida Nabati terhadap Mortalitas Kutu Daun

Persik (Myzus persicae Sulz) pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L). J.Kimia Vol. 10 (1): 1- 6.

Elfina, Y., M. Ali dan Morina, C. Tampubolon. 2016. Uji Beberapa

Konsentrasi Ekstrak Tepung Daun Serai Wangi (Cybopogon nardus L.) untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Buah cabai Merah Pascapanen. Sagu. Vol. 15 (1): 1-11

Gomez, K. dan A.A. Gomez. 2007. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Universitas Indonesia. Jakarta.

Handajani, N.S., dan T. Purwoko. 2008. Aktivitas Ekstrak Rimpang Lengkuas (Alpinia galangal) terhadap Pertumbuhan Jamur Aspergillus spp. Penghasil Alfatoksin dan Fusarium moniliforme. Biodiversitas Vol. 9 (3): 161-164.

Hasyim, A., W. Setiawati, dan L. Lukman. 2015. Inovasi Teknologi Pengendalian OPT Ramah Lingkungan pada Cabai: Upaya Alternatif Menuju Ekosistem Harmonis. Pengembangan Inovasi Pertanian. Vol, 8 (1): 1-10.

Hodiyah, I, dan E. Hartini. 2014. Efikasi Beberapa Bahan Pestisida Nabati dalam Mengendalikan Hama Tanaman Cabai. Jurnal Agroekoteknologi Vol. 6 (2): 95- 104.

Hodiyah, I,, E, Hartini, A, Amilin, dan M, Fauzian, Y. 2017. Daya

Hambat Ekstrak Daun Sirsak, Kirinyuh, dan Rimpang Lengkuas

terhadap Pertumbuhan Koloni Colletotrichum acutatum. Jurnal Agro Vol. 4 (2): 68-79.

Kardinan, A. 2011. Penggunaan Pestisida Nabati sebagai Kearifan

Lokal dalam Pengendalian Hama Tanaman Menuju Sistem Pertanian Organik. Pengembangan Inovasi Pertanian Vol. 4 (4): 262-278.

Mawuntu, M.S.C. 2016. Efektivitas Ekstrak Daun Sirsak dan Daun

Pepaya dalam Pengendalian Plutella xylostella L. pada Tanaman Kubis di Kota Tomohon. Jurnal Ilmiah Sains 16: 24-29.

Mujib, A., Ana, S., Dewi, H. 2014. Uji Efektifitas Larutan Pestisida Nabati Terhadap Hama Ulat Krop (Crocidolomia pavinana L.) pada

Tanaman Kubis (Brassica oleraceae). Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan Vol. 3 (1): 67-72.

Muljowati, J.S., dan E.T. Sucianto. 2012. Penggunaan Ekstrak Rimpang Lengkuas untuk Mengendalikan Busuk Leher Akar pada Tanaman Terong (Solanum melongena L.). Biosfera 29 (2): 102-108.

Oonmetta-aree, J., T. Suzuki, P. Gasaluck, and G. Eumkeb. 2006.

Antimicrobial Properties and Action of Galangal (Alpinia galangal Linn.) on Staphylococcus aureus. LWT Vol. 39: 1214-1220.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.2014.Statistik Iklim, Organisme Pengganggu Tanaman dan Dampak Perubahan Iklim.

Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.

Saenong M S.2016. Tumbuhan Indonesia Potensial sebagai Insektisida Nabati untuk mengendalikan Hama Kumbang Bubuk Jagung (Sitophulus spp.). Jurnal Litbang Pertanian Vol. 35 (3): 131-142.

Salni, N., Aminasih dan R. Sriviona. 2013. Isolasi Senyawa Anti Jamur dari Rimpang Lengkuas Putih (Alpinia galangal) dan Penentuan Konsentrasi Hambat Minimum terhadap Candida albicans. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung.

Suaib,. I.S., I. Lakani, dan J. Panggeso 2016. Effektifitas Ekstrak

Rimpang Lengkuas dalam Menghambat Aktifitas Cendawan Oncobasidium theobremae secara in-Vitro. Agrotekbis Vol. 4 (5):

-511.

Suryaningsih, E., dan W.W. Hadisoeganda. 2004. Pestisida Botani untuk Mengendalikan Hama dan Penyakit pada Tanaman Sayuran. Monografi No. 26, ISBN :979-8304-45-4. Balai Penelitian Tanaman Sayuran.




DOI: http://dx.doi.org/10.33512/jur.agroekotetek.v11i2.7698

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Agroekoteknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

INDEXED BY:

      

 

   crossref-logo-landscape-200 


View My Stats Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.