KONFLIK, KRITIK SOSIAL, DAN PESAN MORAL DALAM NASKAH DRAMA CERMIN KARYA NANO RIANTIARNO (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)

Ilmi Solihat

Abstract


Pembentukan moral siswa dapat dilakukan melalui pembelajaran sastra. Fungsi sastra sebagai sarana pendidikan moral siswa ini didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra. Dalam proses pembelajarannya, siswa membaca karya sastra seperti puisi, novel, dan drama. Selanjutnya, siswa melakukan diskusi unsur intrinsik dan ekstrinsik, dan merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam karya dengan kehidupan sehari-hari. Drama sebagai salah satu bahan pembelajaran sastra bagi siswa, mengandung konflik kehidupan yang kompleks. Kekompleksannya meliputi konflik internal dan eksternal. Pada saat siswa membaca naskah drama, ia akan terlibat dalam konflik, klimaks, dan pemecahan konflik yang sedang dialami para tokohnya. Umumnya, dalam drama terdapat katarsis pada bagian akhir cerita. Hal ini biasanya memberikan sentuhan-sentuhan kejiwaan yang kuat yang dapat mempengaruhi emosi dan jiwa pembacanya. Berdasarkan pertimbangan fungsi sarana pendidikan moral dan kesulitan pemahaman itulah, karya sastra yang dipilih untuk diteliti adalah drama. Adapun unsur yang dikaji pada penelitian ini adalah konflik, kritik sosial, dan pesan moral. Konflik merupakan penggerak utama suatu cerita dalam drama. Di dalam konflik inilah terkandung kritik sosial, pesan moral, serta hal-hal lain. Pemokusan pada kritik sosial karena pertimbangan kehadiran karya sastra sebagai bentuk rekaman atau peristiwa di masyarakat. Dengan membaca karya sastra, sebenarnya juga melihat cerminan keadaan masyarakat secara tidak langsung, pemokusan pada pesan moral karena merupakan motif atau dorongan awal setiap pengarang untuk berkarya ketika melihat ketimpangan-ketimpangan yang hadir di lingkungannya dan menyampaikan pesan-pesan moral di dalam karyanya, Pemilihan naskah drama Cermin karya Nano Riantiarno ini didasarkan pada pertimbangan bahwa karya-karya Nano Riantirano banyak yang berisi kritik sosial dan menyoroti masalah moral. Naskah drama tersebut tampak kuat mengungkapkan kritik sosial yang terjadi. Berdasarkan uraian di atas, judul penelitian yang dipilih adalah Konflik, Kritik Sosial, dan Pesan Moral dalam Naskah Drama Cermin Karya Nano Riantiarno (Kajian Sosiologi Sastra).


Keywords


Sosiologi Sastra, Drama, Konflik, Kritik Sosial, dan Pesan Moral

Full Text:

PDF

References


Chionglo, Ronald Allan. 2013. “Drama. http ://litera1no4.tripod.com/drama.html. diunduh 28 februari 2012, 8:22

Dewojati, Cahyaningrum. 2010. Drama : Sejarah, Teori, dan Penerapannya. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Dimyati. 2004. “Muatan Nilai-Nilai Moral dalam pendidikan Jasmani untuk kehidupan Masyarakat Indonesia yang Majemuk”, dalam Jurnal Pendidikan Mimbar Pendidikan . Bandung : UPI Press.

Fananie, Zainuddin. 2000. Telaah Sastra. Surakarta : Muhammadiyah University Press.

Faruk. 2012. Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hasanuddin, W.S. 2009. Drama Karya dalam Dua Dimensi: Kajian Teori, Sejarah, dan Analisis. Bandung : Angkasa.

Handayani, Sri.2011. Kritik Sosial dan Nilai Edukatif Puisi dalam Tirani dan Benteng Karya Taufik Ismail : Tinjauan Sosiologi Sastra. Tesis Pascasarjana UNS.http //.digilib.uns.ac.id.

Moleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Yoyo. 2010. “Pendidikan Karakter: Pembelajaran Nilai Kebajikan dari Gagasan ke Tindakan”. Artikel dalam jurnal pedagogika. Volume I no.1.PPs Untirta.

Nurcahyani, Dian Esa.2008. Kritik Sosial dalam Kumpulan Naskah Drama Trilogi Opera Kecoa Karya Nobertinus Riantiarno. Pascasarjana Universitas Negeri Surakarta. http //.digilib.uns.ac.id.

Nurgiyantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ratna, nyoman Kutha.2007. Estetika Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

________________. 2010. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

__________________. 2012. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra (dari Strukturalisme hingga Postrukturalisme, Persepsi Wacana Naratif). Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Rendra, W.S. 2007. Seni Drama untuk Remaja. Jakarta: Burung Merak Press.

Sahid, Nur. 2008. Sosiologi Teater. Yogyakarta: Prastista.

Sauri, Sofyan, dan Herlan Firmansyah. 2010. Meretas Pendidikan Nilai. Bandung: Arfino Raya

Sayuti, Suminto A. 2000. Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta: Gama Media.

Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta.

Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Teeuw, A. 2003. Sastra dan Ilmu Sastera. Jakarta : PT Kiblat Buku Utama

Yasa, I Nyoman.2012. Teori Sastra dan Penerapannya. Bandung: Karya Putra Darwati.

Wellek, Rene dan Austin Warren, 1995. Teori Kesusastraan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Wijaya, Putu.2007. Teater: Buku Pelajaran Seni Budaya. Jakarta: Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.

Wiyanto, Asul. 2004. Terampil Bermain Drama. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Zaidan, Abdul Rozak, dkk. 2000. Kamus Istilah




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/jmbsi.v2i1.1554

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)

Pengunjung Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia