BAHASA DAERAH SEBAGAI MOTHER LANGUAGE DALAM UPAYA PENGUATAN KEARIFAN LOKAL IDENTITAS BANTEN DI KOTA SERANG

M. Taufik, Rina Yuliana, Indhira Asih V.Y, Maya Kuswati, Ayzhi Rizhyalita, Satria Anggara

Abstract


Bahasa daerah sebagai mother language adalah suatu upaya penanaman identitas karakter budaya dari suku bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemilihan bahasa daerah sebagai Mother Language di masyarakat kota Serang provinsi Banten, serta mendeskripsikan gambaran pengaruh bahasa daerah sebagai Mother Language terhadap penanaman karakter identitas sebagai suku bangsa yang tersebar di Kota Serang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan desain studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Kota Serang yang terdiri dari enam kecamatan, yaitu: Serang, Cipocok Jaya, Curug, Kasemen, Taktakan, dan Walantaka. Subjek Penelitian diambil sampel secara acak sejumlah 10 sampel setiap kecamatan, sehingga total sampel keseluruhan sebanyak 60 keluarga. Berdasarkan data yang diperoleh, bahwa  penerapan bahasa daerah sebagai Mother Language pada masyarakat kota Serang cukup baik, hal ini diperoleh melalui data angket, observasi, dan wawancara bahwa masyarakat yang menggunakan bahasa daerah sebagai mother language sebesar 63,33 %, sedangkan masyarakat yang tidak menggunakan bahasa daerah sebagai mother language sebanyak 36,66%. Hasil penelitian juga mendapatkan data bahwa bahasa daerah sebagai Mother Language memiliki pengaruh terhadap identitas masyarakat Banten

 


Keywords


bahasa daerah, mother language, dan kearifanlokal Banten

Full Text:

PDF

References


Bagea, Ishak. (2012). Bahasa dan Budaya yang Tercermin dalam Metafora Pingitan Masyarakat Kabupaten Buton. Dalam Jurnal Artikulasi, Vol 11 (1), 124 halaman. ISSN. 1412-4548

-------- Banten. [Online] Tersedia: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Banten [20 April 2016]

--------Bahasa Daerah Terancam. [Online] Tersedia: http://www.otda.kemendagri.go.id/index.php/berita-210/2086-bahasa-daerah-terancam [22 April 2016]

Chaer, Abdul. (2009). Psikolinguistik ; Kajian Teoretik. Jakarta: Rineka Cipta

Hartati, Tatat., Ernalis., Churiyah, Yayah. (2006). Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Bandung: UPI Press.

Rosidi, Ajip. (2011). Kearifan Lokal dalam Perspektif Budaya Sunda. Bandung: PT. Kiblat Utama

Sugiyono. Perlindungan Bahasa Daerah dalam Kerangka Kebijakan Nasional Kebahasan. [Online]. Tersedia: http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/1343 [22 April 2016]

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 32 ayat 2

Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 Pasal 1

Utama, Edy. (2004). Pluralisme Budaya Nusantara dari Perspektif Budaya Lokal (dalam buku Pendidikan Apresiasi Seni : Wacana dan Praktik untuk Toleransi Pluralisme Budaya). Surakarta: Pusat Studi Perubahan Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/jmbsi.v2i1.1556

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)

Pengunjung Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia