Pengujian Pengaruh Temperatur dan Waktu Pemanasan Terhadap Nilai Indeks Shatter Pelet Debu Pabrik Feronikel

Bening Nurul Hidayah Kambuna

Abstract


Pada proses pengolahan bijih nikel menjadi feronikel dengan teknologi RKEF (rotary kiln-electric furnace) dihasilkan debu di rotary dryer dan rotary kiln. Debu tersebut masih mengandung nikel. Untuk dapat diolah kembali, debu dibuat menjadi pelet dan diumpankan kembali ke rotary kiln. Apabila pelet tidak kuat akan menyebabkan pelet tersebut cepat hancur dan kembali menjadi debu di rotary kiln. Penelitian ini dilakukan percobaan pengerasan pelet dengan variasi temperatur 800°C, 900°C, 1000°C, 1100°C dan 1200°C dengan variasi waktu selama 15 menit, 30 menit dan 60 menit. Pengujian kekuatan pelet dilakukan dengan metode Shatter test yaitu pelet dilakukan penjatuhan dari ketinggian 2 meter sebanyak 4 kali. Selanjutnya sampel dikumpulkan dan diayak pada ayakan ukuran 10mm dan 5mm. Fraksi dari tiap ayakan ditimbang dan dihitung indeks Shatter nya terhadap berat awal sampel Hasil kesimpulan menunjukkan bahwa temperatur mempengaruhi kekuatan pelet sedangkan variasi waktu tidak terlalu signifikan berpengaruh. Hasil pengujian Shatter menunjukkan pada ayakan ukuran +10mm nilai indeks Shatter paling tinggi terdapat pada proses pemanasan pelet ditemperatur 1200°C selama 60 menit yaitu 84,5%.

Keywords


Pelet debu pabrik feronikel, Teknologi RKEF, Pengerasan Pelet, Indeks Shatter, Ukuran Partikel Feronikel

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.