Analisis Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (Oee) Pada Mesin Rolling Stand 3 (Section Mill) Untuk Meningkatkan Efektivitas Mesin Di Pt. Krakatau Wajatama

Dadi Cahyadi, Ika Rahmita, Yusvardi Yusuf

Abstract


PT Krakatau Wajatama adalah salah satu anak perusahaan PT Krakatau Steel. PT Krakatau Wajatama membawahi dua pabrik yaitu, pabrik baja tulangan (bar mill) dan baja profil (section mill). Permasalahan yang terjadi saat ini adalah proses produksi sering terhambat dan tidak mencapai target yang telah ditetapkan dikarenakan mesin Rolling Stand 3 (section mill) sering mengalami kerusakan. Mesin Rolling Stand 3 (section mill) digunakan untuk membentuk baja dengan proses penggilingan (rolling).

Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dimana OEE merupakan metode sistematis untuk melakukan pengukuran tingkat efektivitas mesin. Perhitungan OEE dapat diukur dari data aktual yang terkait dengan Availability, Performance Rate dan Quality Rate. OEE dijadikan sebagai indikator, untuk mencari penyebab ketidakefektivan mesin dilakukan dengan perhitungan Six Big Losses untuk mengetahui faktor apa yang berpengaruh dari Six Big Losses yang ada.

Berdasarkan hasil penelitian pada mesin Rolling Stand 3 (section mill) didapat nilai Availability 55,77%, Performance Rate 60,05%, Quality Rate 97,82% dan OEE adalah sebesar 32,86%, artinya OEE dibawah nilai standar untuk kelas dunia yaitu sebesar 85%. Untuk memaksimalkan efektivitas mesin secara keseluruhan diperlukan perbaikan pada faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya nilai OEE, jika dilihat dari keenam faktor Six Big Losses nilai terbesar terdapat pada faktor Equipment Failure.

Keywords


Efektivitas, Overall Equipment Effectiveness (OEE), Rolling Stand 3, The Six Big Losses.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.