PENGARUH PEMBELAJARAN MINI RISET BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KESADARAN KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI

Suroso Mukti Leksono

Abstract


Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas, akan tetapi kesadaran sebagian besar masyarakat Indonesia untuk menjaga biodiversitas tersebut masih rendah, yang diantaranya disebabkan oleh sistem pembelajaran yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran mini-research berbasis kearifan lokal terhadap kesadaran konservasi biodiversitas. Kesadaran konservasi sangat diperlukan untuk melestarikan biodiversitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control group. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran konservasi biodiversitas setelah penerapan pembelajaran mini riset berbasis kearifan lokal (post-test) lebih tinggi (81) dibandingkan dengan kelas kontrol (74). Demikian juga dengan peningkatan kesadaran konservasi biodiversitas (N-gain) setelah penerapan pembelajaran mini riset berbasis kearifan lokal yaitu 0,44 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang hanya 0,26. Setelah dilakukan uji beda rata-rata (uji t) menunjukkan hasil bahwa terdapat perbedaan peningkatan kesadaran konservasi biodiversitas antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hal ini dapat diartikan bahwa  pembelajaran mini riset berbasis kearifan lokal mempengaruhi peningkatan kesadaran konservasi biodiversitas yang pada akhirnya dapat membentuk karakter konservasi.  Seseorang yang telah mempunyai karakter konservasi biodiversitas yang memadai, jika ada faktor-faktor yang akan merugikan biodiversitas maka dia akan dapat berpikir dan bertindak untuk mengkonservasinya

Full Text:

PDF PDF

References


Brook, R.K., & McLachlan, S.M. 2008. Trends and Prospects for Local Knowledge in Ecological and Conservation Research and Monitoring. Biodiversity Conservation, 17: 3501–3512.

Dahar, R.W. 2011. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Darmawan, B., Saam, Z., & Zulkarnaini. 2010. Hubungan Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Peranserta dengan Kesadaran Lingkungan Hidup serta Kesanggupan Membayar Masyarakat Sekitar Bantaran Sungai di Kota Pekanbaru. Ilmu Lingkungan, 2(4): 113-116.

Dasrita, Y., Saam, Z., Amin, B., & Siregar, Y.I. 2015. Kesadaran Lingkungan Siswa Sekolah Adiwiyata. Dinamika Lingkungan Indonesia, 2(1): 61- 64.

Dikmenli, M. (2010). Biology Student Teachers Conceptual Frameworks Regarding Biodiversity. Education,130(3): 479 – 489.

Dillon, J., Rickinson, M., Teamey,K., Morris, M., Choi, M.Y., Dsanders, D., & Benefield, P. 2005. The Value of Outdoor Learning: Evidence From Research In The UK And Elsewhere. School Science Review, 87(320): 107-111.

Gerungan. 1996. Psikologi Sosial. Bandung: Erisco

Glasson, G.E., Mhango, N., Priri, A., & Lanier, M. 2010. Sustainability Science Education in Africa: Negotiating Indigenous Ways of Living With Nature in The Third Space. International Journal of Science Education, 32(1): 125 – 141.

Hagenbuch, B.E., Bynum, N., Sterling, E., Bower, A.H., Cigliano, J.A., Abraham, B.J., Engels, C., Mull, J.F., Pierce, J.D., Zjhra, M.L., Rhode, J.M., Ketcham, S.R. & Mayer, M. (2009). Evaluating a Multi-Component Assessment Framework for Biodiversity. Education Teaching Issues and Experiments in Ecology, 6: 1-18.

Indrawan, M., Primack,R.B. & Supriatna, J. 2007. Biologi Konservasi. Jakarta: Yayasan Obor.

Kemendikbud. 2013. Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning). Retrieved from http://www.bahan.sergur134.unpas.ac.id

Leksono, S.M. 2016. Pengaruh Pembelajaran Mini Riset Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Kemampuan Penguasaan Materi Biologi Konservasi. Proceeding Biology Education Conference, 13(1): 575-578.

Leksono, S.M., Rustaman, N., & Redjeki, S. 2013. Kemampuan Profesional Guru Biologi dalam Memahami dan Merancang Model Pembelajaran Konservasi Biodiversitas di SMA. Cakrawala Pendidikan, 32(3): 408-419.

Manzanal, R.F., Barreiro, L.M.R., & Jiménez, M.C. 1999. Relationship between Ecology Fieldwork and Student Attitudes toward Environmental Protection. Journal Of Research In Science Teaching, 36 (4): 431–453.

Okur, E., Yalcin-Ozdilek, S., & Sahin, C. 2011. The Common Methods Used in Biodiversity Education By Primary School Teachers (Çanakkale, Turkey). Journal of Theory and Practice in Education, 7(1): 142-159.

Rais M. 2010. Project based learning. inovasi pembelajaran yang berbasis soft skills. Makalah Seminar Nasional Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Fakultas Teknik. Universitas Negeri Surabaya.

Ramadoss, A. & Moli, G.P. 2011. Biodiversity Conservation Through Environmental Education for Sustainable Development - A Case Study From Puducherry, India. International Electronic Journal of Environmental Education, 1(2): 97-111.

Sukaesih, S. & Kartijono, N.E. 2014. Pengembangan Buku Ajar Microteaching Biologi Berbasis Kompetensi Dan Karakter Konservasi. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 3(1): 79 - 85.

Taufiq, M., Dewi, N.R., & Widiyatmoko, A. 2014.Pengembangan Media Pembelajaran IPA Terpadu Berkarakter Peduli Lingkungan Tema “Konservasi” Berpendekatan Science-Edutainment.Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 3(2): 140-145.

Torkar, G., Mohar, P., Gregorc, T., Nekrep, I., & Adamič, M.H. 2010. The Conservation Knowledge and Attitudes of Teenagers in Slovenia Toward The Eurasian Otter. International Journal of Environmental & Science Education, 5(3): 341-352

Walgito. 2002. Psikologi Sosial. Yogyakarta: Andi Offset.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP UNTIRTA