PENERAPAN MULTIMEDIA INTERAKTIF (MMI) MODEL SIMULASI PADA MATERI FUNGSI KODE G MESIN CNC FRAIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK

Reza Setiawan, Rahmat Hidayat

Abstract


Rendahnya hasil belajar materi fungsi kode G mesin CNC frais pada siswa kelas XI SMKN 6 Bandung menjadi salah satu pendorong untuk menerapkan MMI dalam proses pembelajaran. Penelitian  ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar menggunakan MMI dengan siswa yang menggunakan handout. Metode penelitian  yang digunakan adalah eksperimental semu. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan soal tes sebagai soal pretest  maupun posttest dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi pada kelas yang menggunakan MMI dengan nilai rata-rata N-Gain 0,80 yang termasuk kategori tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan handout dengan nilai rata-rata N-Gain yang hanya 0,56 yang termasuk kategori sedang. Penerapan MMI direspon baik hingga mencapai persentase 90% yang termasuk respon dengan kategori tinggi.

 


Keywords


MMI, Model Simulasi, Fungsi Kode G, Hasil Belajar

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2001). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyad, A. (2009). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Darmanto, J. (2007). Modul CNC Milling untuk SMK Teknologi dan Industri. Bogor: Yudhistira.

Dokumen Guru CNC Dasar SMKN 6 Bandung. (2011). Lembar Penilaian CNC Dasar Kompetensi Dasar Melaksanakan Lembar Penulisan Operasi 2011/2012 Semester Ganjil. Bandung: Dokumen SMKN 6 Bandung.

EMCO VMC-100 Mesin Frais CNC. (1990). Informasi Mesin, Instruksi Pemrograman dan Instrksi Pengoperasian. Hallein: EMCO MAIER Ges.m.b.H.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R & D). Bandung: CV. ALFABETA.

Wibawa, B. dan Mukti, F. (1991). Media Pengajaran. Jakarta: DEPDIKBUD DIKTI Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Widarto, Dkk. (2008). Teknik Pemesinan Jilid 2 untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMK, DIKDASMEN, DEPDIKNAS.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.