PENGARUH KONSENTRASI DAN WAKTU PENGENDAPAN BIJI KELOR TERHADAP pH, KEKERUHAN DAN WARNA AIR WADUK KRENCENG

Rusdi Rusdi, T. B. Purnomo Sidi, Rian Pratama

Abstract


Kualitas air baku semakin hari semakin menurun, sehingga diperlukan suatu pengolahan untuk mendapatkan air bersih. Salah satu proses alami yang bisa dilakukan adalah proses koagulasi-flokulasi dengan biji kelor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi operasi yang tepat dalam mengoptimalkan kinerja biji kelor dalam menurunkan pH, turbiditas (kekeruhan)  dan warna air. Prosedur penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu: Tahap pertama, persiapan biji kelor. Biji kelor tua dikupas kulitnya dan dihaluskan dengan blender, kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 105 oC selama 10 menit dan didinginkan dengan eksikator. Kemudian diayak dengan ayakan 60 mesh. Tahap kedua, Biji kelor (175, 200, 225 mg) dimasukkan ke dalam gelas piala 500 ml, kemudian ditambahkan 500 ml air waduk Krenceng yang telah diketahui nilai pH, turbiditas (kekeruhan) dan warnanya. Campuran tersebut diaduk dengan alat jar tes pada kecepatan 65 rpm selama 10 menit dan didiamkan dengan variasi 8, 10 dan 12 menit. Air bersih pada lapisan atas di analisa nilai pH, turbiditas (kekeruhan) dan warna. Hasil analisa menunjukkan bahwa kinerja optimum biji kelor terjadi pada konsentrasi 400 ppm dan waktu pengendapan 12 menit dengan penurunan pH 7,7% ; kekeruhan 66,3%, dan warna 63,2%.

Keywords


Biji Kelor, Koagulasi-flokulasi, Air Waduk Krenceng

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.36055/jip.v5i1.34

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal integrasi Proses (JIP) has been indexed by:

                    

 

 


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.