PERMASALAHAN PERKEMBANGAN BAHASA DAN KOMUNIKASI ANAK

Riandi Marisa

Abstract


Gangguan perkembangan berbahasa adalah ketidakmampuan atau keterbatasan dalam menggunakan simbol linguistik untuk berkomunikasi secara verbal atau keterlambatan kemampuan perkembangan bicara dan bahasa anak sesuai kelompok umur, jenis kelamin, adat istiadat, dan kecerdasannya. Oleh sebab itu bila gangguan bicara dan bahasa tidak diterapi dengan tepat akan terjadi gangguan kemampuan membaca, kemampuan verbal, perilaku, penyesuaian psikososial dan kemampuan akademis yang buruk. Orang tua/guru perlu memahami perilaku bermasalah ini sebab “anak yang bermasalah” biasanya tampak di dalam kelas bahkan dia menampakkan perilaku bermasalah itu dalam keseluruhan interaksi dengan lingkungannya. Dengan bahasanya, manusia berkomunikasi untuk bersosialisasi dan menyampaikan hasil pemikirannya. Identifikasi dini keterlambatan bahasa harus memecahkan dua masalah utama yaitu masalah ketersediaan informasi yang dapat dipercaya dari seorang anak pada usia berapa ketika mereka mengalami keterbatasan dalam kemampuan berkomunikasi. Selanjutnya, teknik pengukuran harus cost-effective dengan menghargai waktu secara professional dan secara luas mampu diaplikasikan untuk anak pada berbagai tingkat sosial dan latarbelakang bahasa termasuk bilingual. Masalah kedua adalah pada interpretasi hasil dari proses identifikasi. Banyak anak yang mengalami keterlambatan bahasa pada usia 24 sampai 30 bulan akan mengejar dalam beberapa tahun kemudian dan tidak memerlukan intervensi. Tantangan yang ada adalah dalam mengidentifikasi dan menggunakan informasi lain yang relevan dalam memperbaiki keputusan diagnosis mengenai seorang anak secara individual untuk mencegah gangguan perkembangan yang lebih signifikan.


Kata kunci: bahasa, komunikasi, anak 


Language development disorders is the inability or limitations in the use of linguistic symbols to communicate verbally or delay the ability of speech and language development of children according to age group, sex, customs, and intelligence. Therefore, when a speech and language disorder is not treated properly there will be disruption reading ability, verbal skills, behavioral, psychosocial adjustment and poor academic ability. Parents / teachers need to understand this problematic behavior because "a problem child" usually appears in the classroom she even revealed that problematic behavior in the overall interaction with the environment. With language, humans communicate for socializing and convey the results of his thoughts. Early identification of language delay must solve two major problems, namely the issue of availability of reliable information of a child at any age when they lack the ability to communicate. Furthermore, the measurement techniques must be cost-effective with respect to professional time, and broadly can be applied to children at various social levels and language backgrounds, including bilingual. The second problem is the interpretation of the results of the identification process. Many children who have language delays at age 24 to 30 months will be pursuing in the next few years and requires no intervention. The challenge is to identify and use other relevant information to improve decisions regarding a child's diagnosis on an individual basis to prevent a more significant developmental disorder.


Keywords: language , communication , child



Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.30870/jpsd.v1i2.694

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



JPSd: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

View My Stats

Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa is published by Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (print) and Jurnal Untirta (eprint).

Publisher Address: Kampus C FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Ciwaru Raya, Cipare, Kec. Serang, Kota Serang-Banten, Email: jpsd@untirta.ac.id