KETERAMPILAN BIMBINGAN MERAWAT DIRI PADA ANAK DENGAN HAMBATAN INTELEKTUAL USIA 12 TAHUN DI KP. BINUANG RANDU, KEC. BINUANG, KAB. SERANG-BANTEN

Reza Febri Abadi, Neti Asmiati, Elsa Dikeu Septiani

Abstract


Merawat diri adalah suatu keharusan dalam diri setiap individu yang hidup untuk menjaga kesehatan dan menjaga kebersihan diri agar terlihat sehat dan menarik. Marawat diri adalah salah satu pembelajaran yang paling mendasar dalam pembelajaran untuk anak tunagrahita. Adapun macam-macam dalam pembelajaran merawat diri misalnya, mandi, berias, makan minum, kebersihan diri, mencuci dan lain sebagainya. Menurut Delphie (2006), tunagrahita adalah anak yang memiliki problema belajar yang disebabkan adanya hambatan perkembangan inteligensi, mental, emosi, sosial dan fisik. Anak tunagrahita juga dapat diklasifikasikan antara lain, tunagrahita ringan, tunagrahita sedang dan tunagrahita berat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan adalah data-data primer dan sekunder dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Serta di dukung dengan landasan teori dari berbagai sumber baik dari buku maupun internet. Data akan Dianalisis dengan metode deskriptif analisis. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa M belum terlalu menguasai untuk bina diri sehari-hari misalnya dalam mencuci baju, melipat dan menyetrika. Dalam bidang akademik M belum menguasai abjad sepenuhnya dan dalam menghitung M belum mengetahui bentuk angka.

Keywords


Tunagrahita, Keterampilan, Merawat diri

Full Text:

PDF

References


Akbar, S. D. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran

Atmaja, J.R. (2018). Pendidikan dan Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Hal. 98, hal. 101, hal. 104-105, hal. 110-111.

Basuni, M. (2012). Pembelajaran Bina Diri Pada Anak Tunagrahita Ringan. Jurnal Pendidikan Khusus, vol. IX, No. 1, 14.

Darmiatun, S. (2013). Menyusun Modul Bahan Ajar Untuk Persiapan Guru Dalam Mengajar. Yogyakarta: Gava Media.

Delphie, Bandi. (2009). Psikologi Perkembangan (Anak Berkebutuhan Khusus). Klaten: PT Intan Sejati. Hlm. 127.

Efendi, Mohammad. (2006). Pengantar Psikopendagogik Anak Berkelainan. Jakarta: PT Bumi Aksara. Hal. 88.

Garnida, D. (2016). Modul Guru Pembelajar SLB Tunagrahita Kelompok Kompetensi A. Bandung: PPPPTK TK dan PLB.

Gunahardi & Maryadi. (2011). Modul PLPG Pendidikan Luar Biasa Pendalaman Materi. Surakarta: FKIP UNS.

Hasyim, A. (2016). Metode Penelitian dan Pengembangan di Sekolah. Yogyakarta: Media Akademi. Marliyana. (2017). Pengalaman Ibu Merawat Anak dengan Tunagrahita di Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan, 8(1) : 50. (Diakses tanggal 03 Desember 2020 pukul 12.30)

Nur’aeni. (2004). Intervensi Dini Bagi Anak Bermasalah. Jakarta: Rineka Cipta. Hal. 105. Rahmatika. S.N & Apsari, N.C. (2020). POSITIVE PARENTING: PERAN ORANG TUA DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN ANAK TUNAGRAHITA. Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. 7, No. 2. (Diakses tanggal 03 Desember 2020 pukul 16.30) Smart, A. (2011). Anak Cacat Bukan Kiamat. Yogyakarta: Kata Hati. Hal. 49. Sudrajat, D & Rosida, L. Pendidikan Bina Diri Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Hal. 54.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/jpbk.v6i1.12073

Refbacks

  • There are currently no refbacks.