TARI GATOTKACA GAYA SUMEDANG DAN GARUT

Agus Sudirman, Agus Budiman

Abstract


Rumpun tari wayang yang berkembang di Jawa Barat memiliki beragam gaya tari wayang sesuai dengan kekhasan masing-masing daerah sebagai penyangga budayanya. Salah satu gaya tari wayang yang diteliti adalah tari Gatotkaca gaya Sumedang dan gaya Garut. Tujuan penelitian ini untuk meneliti mendeskripsikan keunikan tari Gatotkaca gaya Sumedang dan gaya Garut dari aspek gerak dan unsur penyajiannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan Etnokoreologi dalam menganalisis teks dan konteks tariannya. Data penelitian diperoleh dari hasil wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Gatotkaca gaya Sumedang lebih terkesan klasik dan tari Gatotkaca gaya Garut mendekati gaya klasik-romantik. Hal ini terlihat pada bentuk tari Gatotkaca gaya Sumedang lebih sederhana, baik dari segi struktur gerak, rias serta busana yang digunakan. Jika ditinjau berdasarkan karakter masyarakat Sunda, seperti pribahasa dalam bahasa Sunda yaitu kudu leuleus jeujeu liat tali, yaitu hidup itu harus kuat, menanggung beban sebarat apapun jangan menyerah, oleh sebab itu masyarakat Sunda menjadikan tokoh Gatotkaca sebagai sosok ideal masyarakat Sunda yang bersifat jujur dan pemberani serta gesit dalam bekerja layaknya Gatotkaca.

Keywords


Tari Gatotkaca,Tari Wayang, Gaya Sumedang, Gaya Garut

Full Text:

PDF

References


Bourdieu, P. (1984). Distinction: a social critique of the judgement of taste, trans. Richard Nice (Cambridge: Harvard UP, 1984).

Bowden, J. A., & Walsh, E. (2000). Qualitative research methods: Doing developmental phenomenography.

Brewer, J. (2000). Ethnography. Milton Keynes. Open University Press.

Caturwati, E. (2007). Tari di tatar Sunda. Sunan Ambu Press.

Febrianti, R. D. (2013). Analisis Busana Tari Wayang Karakter Putra Gagah Karya Raden Ono Lesmana Kartadikusumah Di Sanggar Dangiang Kutamaya Museum Prabu Geusan Ulun Kabupaten Sumedang. Universitas Pendidikan Indonesia.

Hartman, H. G. (1919). Aesthetics: A Critical Theory of Art. 57(4), 201–222.

Lassibille, M. (2016). «Lever les bras» ou «être possédé»: le redoutable transfert de l’écriture du geste. Ethno-graphie (s) de la possession chez les peuls WoDaaBe du Niger. Corps, 1, 239–248.

Martin, W. E., & Bridgmon, K. D. (2012). Quantitative and statistical research methods From hypothesis to results. In Journal of Chemical Information and Modeling.

Melish, L. (2008). Performing local identity : Place , community and dance in Timi ș oara , Romania.

Mirjana Veselinović-Hofman (ed.). (2014). Ethnochoreological Work of Olivera Mladenović. 2, 2013.

Narawati, T. (2013). Etnokoreologi : Pengkajian Tari Etnis & Kegunaannya Dalam Pendidikan Seni. Isla-2, 70–74.

Natarajan, S. (2006). Book Review: Social Choreography: Ideology as Performance in Dance and Everyday Movement. Feminist Review, 84(1), 151–154. https://doi.org/10.1057/palgrave.fr.9400308

Nur, F., & Sumiati, L. (2018). Tari Jayengrana Sebagai Sumber Inspirasi Kreativitas Pada Gubahan TarI. Jurnal Seni Makalangan, 5(2).

Panglipur, K. J. (2017). Peran Raden Ono Lesmana Kartadikusumah Dalam Perkembangan Tari Wayang Di Kabupaten Sumedang (1926-1987). Universitas Pendidikan Indonesia.

Parmaitha, L. L. (2007). Pengaruh Model Pembelajaran Nonkontekstual-Kontekstual Dengan Materi Tari Wayang Jayengrana Gaya Sumedang Terhadap Apresiasi Seni Siswa Kelas Vii Smp Negeri Lembang. Universitas Pendidikan Indonesia.

Sanderson, P. (2008). The arts, social inclusion and social class: the case of dance. British Educational Research Journal, 34(4), 467–490.

Schechner, R. (2013). What is performance studies. Rupkatha Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities, 5(2), 2–11.

Sexton, K. (2017). Architecture and the body, science and culture. In Architecture and the Body, Science and Culture. https://doi.org/10.4324/9781315642055

Sklar, D. (2016). II . On Dance Ethnography Ethnography. 23(1), 6–10.

Sumiati, L. (2014). Tranformasi Tari Jayengrana Karya R. Ono Lesmana Kartadikusumah. Disertasi. Bandung: Universitas Padjadjaran Bandung.

Thomas, H. (2003). The body, dance and cultural theory. Macmillan International Higher Education.

Wright, C., & Schneider, A. (2010). Between art and anthropology: Contemporary ethnographic practice. Berg.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/jpks.v7i2.17495

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats
  • Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Copyright @Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. All right reserved p-ISSN 2503-4626 | e-ISSN 2528-2387