Nilai Budaya dalam Balutan Kesenian “Bangreng”

Ria Intani T

Abstract


Abstract: Bangreng is a performance art that developed in Sumedang Regency. Bangreng art was born from the art of Terebang which developed into the art of Gembyung, and then developed again into the art of Bangreng. Various opinions say that an art is not created for mere beauty, but also various things that are valuable for life. In this regard, this study was conducted to find a depiction of Bangreng art, along with the values contained therein. This type of research is qualitative by extracting the data through interviews and observations. The results of the study showed that the art of Terebang which contained a lot of religious values and Gembyung which contained elements of entertainment became the foundation in Bangreng art. Thus, even though Bangreng art contains entertainment, religious values are maintained.

 

Keywords: Bangreng art, cultural values.

 

 

Abstrak: Bangreng merupakan seni pertunjukan yang berkembang di Kabupaten Sumedang. Kesenian bangreng terlahir dari kesenian terebang yang berkembang menjadi kesenian gembyung, dan kemudian berkembang lagi menjadi kesenian bangreng. Berbagai pendapat mengatakan bahwasanya sebuah kesenian tidak diciptakan untuk keindahan semata, melainkan pula berbagai hal yang bernilai untuk kehidupan. Sehubungan dengan itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang kesenian bangreng, berikut nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Jenis penelitian ini kualitatif dengan penggalian datanya melalui wawancara dan pengamatan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kesenian terebang yang banyak mengandung nilai keagamaan dan gembyung yang mengandung unsur hiburan menjadi fondasi dalam kesenian bangreng. Dengan demikian meskipun kesenian bangreng mengandung unsur  hiburan, namun demikian nilai-nilai keagamaan tetap terjaga.     

                                  

Kata kunci: Kesenian bangreng, nilai budaya.  


Keywords


Kesenian bangreng, nilai budaya.

Full Text:

PDF

References


Ahmad Saebani, Beni. 2012. Pengantar Antropologi. Bandung: CV Pustaka Setia.

Intani T., Ria, Heru Erwantoro, Yudi Putu Satriadi, Wildan Nirmala, Rudi Rustiyadi, Titan Firman. 2018. Perekaman Kesenian Bangreng di Kabupaten Sumedang. Laporan Perekaman. Bandung: BPNB Jabar.

Nopianti, Risa. “Dari Ronggeng Gunung ke Ronggeng Kaler: Perubahan Nilai dan Fungsi” dalam Jurnal Patanjala Vol. 6 No. 1 Maret 2014. Hlm. 81-92.

Rosyadi. “Kesenian Gondang sebagai Representasi Tradisi Masyarakat Petani di Jawa Barat” dalam Jurnal Patanjala Vol. 8 No. 3 September 2016. Hlm. 397-412.

Rukesi dan Sunoto. “Nilai Budaya dalam Mantra Bercocok Tanam Padi di Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, Jawa Tengah: Kajian Fungsi Sastra” dalam Jurnal Basindo Vol. 1 No. 1 April 2017. Hlm. 25-45.

Satriadi, Yudi Putu, Hermana, Endang Supriatna, Yanti Nisfiyanti, Ria Andayani Somantri, Ali Gufron. 2015. Nilai Filosofis dalam Kesenian Gambang Kromong di DKI Jakarta. Bandung: BPNB Bandung.

Suliasih, Elly. 1996. “Tinjauan Deskriptif terhadap Karawitan Kesenian Bangreng di Kabupaten Sumedang. Skripsi

. Bandung: STSI Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/jpks.v5i1.8772

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats
  • Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Copyright @Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. All right reserved p-ISSN 2503-4626 | e-ISSN 2528-2387