PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI SAWAH PADA CEKAMAN SALINITAS TINGGI

Roni Assafaat Hadi

Abstract


ABSTRACT


This study aimed to: (1) study the effect of interactions between gibberellin concentration and several wetland rice varieties on conditions of high salinity stress on growth and yield, (2) gibberellin concentration and lowland rice varieties which have the best influence on growth and the results of lowland rice. The research was carried out at the screen house of the Faculty of Agriculture, Winaya Mukti Tanjungsari University - Sumedang Regency with altitude 850 m above sea level. The time of the study was carried out in December 2014 until April 2015. The study used a factorial Randomized Block Design method, which consisted of two factors: gibberellin concentration and several varieties of lowland rice in high salinity stress. The first factor is the concentration of gibberellin (G), consisting of four levels: g0 = soaking the seeds for 24 hours in giberelin 0 mgL-1 = soaking the seeds for 24 hours in gibberellins 20 mgL-1, g2 = soaking the seeds during 24 hours in gibberellins 40 mgL-1, g3 = soaking the seeds for 24 hours in giberelin 60 mgL-1. The second factor is rice paddy variety (P), consisting of eight levels: p1 = Inpari 10, p2 = Inpari 20, p3 = Inpari 25, p4 = Inpari 26, p5 = Inpari 27, p6 = Inpari 30, p7 = Inpara 4, and p8 = Banyuasin. The results of the study indicate that here is an interaction effect between gibberellin concentrations and some lowland rice varieties in high salinity tresses against root drop ratio at ages 7, 35 and 49 HST. Rice varieties independently affect the age of harvest and the weight of 1000 seeds. There is a concentration of gibberellins and lowland rice varieties that produce the best growth and yield in high salinity stress.


Keywords


giberelin concentration, rice field, high salinity

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Afzal, I., S.M.A. Basra, and A. Iqbal. 2005. The Effect of Seed Soaking with Plant Growth Regulators on Seedling Vigor of Wheat under Salinity Stress. Journal of Stress Physiology and Biochemistry Vol. 1 (1): 6-14.

Aksi Agraris Kanisius. 1990. Budidaya Tanaman Padi. Kanisius, Yogyakarta.

Aksi Agraris Kanisius. 1992. Budidaya Tanaman Padi. Kanisius, Yogyakarta.

Arteca, R.N. 1996. Plant Growth Substances: Principles and Applications. Chapman and Hall, New York.

Ashraf, M., and Foolad, M.R. 2005. Pre-sowing Seed Treatment-a Shotgun Approach to Improve Germination, Growth and Crop Yield Under Saline and Non-saline Conditions. Adv. Agron. 88:

-271.

Audus, L.J. 1972. Plant Growt Substances. Leonard Hill

Books. London.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2007. Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Lahan Rawa Pasang Surut.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2010. Deskripsi

Varietas Unggul Baru. Padi. Balibangtan, Kementerian Pertanian, Sukamandi.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2013. Deskripsi Varietas Unggul Baru. Padi. Balibangtan, Kementerian Pertanian, Sukamandi.

Castro, R.V.U., and S.R. Sabado. 1977. Influence of Varying Level of Salt Applied at Different Stages on the Growth and Yield of Rice. Grains J. 2 (3): 43-45.

Copeland, L.O. 1978. Seed Germination. Principles of Seed Science and Technology 4: 7. Burgess Publishing Company, Minneapolis, Minnesota.

Sasmitamihardja, D., dan S. Arbayah. 1996. Fisiologi Tumbuhan. Jurusan Biologi FMIPA IPB, Bogor.

Priyansyah, D.R. 2012. Keragaan dan Identifikasi Genotip Padi Sawah Toleran Terhadap Cekaman Salinitas Tinggi.Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Tanjungsari.

Devian. 2012. Karakteristik dan Deskripsi Tanaman Padi.

http://pagemenu.blogspot. com/2012/09/karakteristikdan-deskripsi-tanamanpadi.html. Di akses tanggal 13 Agustus 2014.

Dharmawan, A. 2005. Ekologi Hewan. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.

Campbell. 2003. Biologi Jilid 2. Erlangga, Jakarta.

Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian. 2013. Kajian Potensi Lahan untuk Perluasan Tanaman Padi Sawah. Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Doorenbos, J., and W.O. Pruitt. 1977. Guidlines for Predicting Crop Water Requirements. FAO Irrigation and Drainage Paper. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Rome. 61.

Dunand, R.T. 1999. Improvement of Rice Production with Plant Growt Regulators. Rice Research Centre. Lousiana State University. Dunand, R.T., and R.R. Dilly. 1997. New Use for Gibberelic Acid Seed Treatment in Rice. Louisiana Agriculture 40 (2):20.

Dwijoseputro. 1984. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Granesia, Jakarta.

Esrita. 2010. Dalam Erlin,Y.A., Tutik, N., dan Kristanti, I.P. 2011. Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Indole Acetic Acid (IAA) dan Kinetin padaCekaman Salinitas (NaCl) Terhadap Pertumbuhan Eksplan Nodus Kultur Jaringan Tembakau (Nicotiana tabacum L. var. Prancak 95). Tugas Akhir. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

Food and Agriculture Organization. 2005. 20 Hal untuk Diketahui

Tentang Dampak Air Laut pada Lahan di Provinsi NAD. http://www.fao.org, diunduh tanggal 13 Agustus 2014.

Hess, D. 1975. Plant Physiology. Springer-Verlag New York Inc. United State of America. 333p. Dalam Wattimena, G.A. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Pusat Antar Universitas IPB, Bogor. 247 hal.

Insansainsprojects.wordpress.com/2008/tds-meter, diunduh tanggal 2 Oktober 2015.

Joedojono, W. 1986. Biofiltrasi pada Budidaya Padi di Daerah

yang Terkena Intrusi Air Laut. Buletin Agronomi 19 (1).

Kaddah, M.T. 1963. Salinity Effect on Growth of Rice at the Seedling and Inflorescence Stages of Development. Soil Sci. 96: 105-111. Dalam Ketut Kartha Dinata. 1985. Pengaruh Salinitas Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Varietas Atomita II dan IR

Tesis. Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Kurniasih, B. 2002. Pengaruh Salinitas Terhadap Perkecambahan. Agr. UMY 10: 14-23.

Lita, S. 2004. Teknologi Benih. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Utama, M.Z.H., Widodo, H., Rafli, M., dan Sunadi. 2009. Penapisan Varietas Padi Toleran Salinitas pada Lahan Rawa di Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Agronomi Indonesia 37 (2): 101-106.

Manurung, S.O., dan M. Ismunadji. 1988. Morfologi dan Fisiologi Padi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

Manurung, S.O., dan M. Ismunadji. 1989. Morfologi Padi, Dalam

Padi Buku I, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman, Bogor. Hal, 319.

Marschner, H. 1995. Mineral Nutrition of Higher Plants. Dalam Ratna Yuniati. 2004. Penapisan Galur Kedelai Glycine max L. Toleran Terhadap NaCl untuk Penanaman di Lahan Salin. Makara, Sains Vol. 08, (1): 21-24. FMIPA Universitas Indonesia, Depok.

Marwanto, S., Rachman, A., Erfandi, D., dan I.G.M. Subiksa. 2009. Tingkat Salinitas Tanah pada Lahan Sawah Intensif di

Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Balai Penelitian Tanah, Bogor.

McGuire, P., and J. Dvorah. 1981. High Salt Tolerance Potensial

in Wheatgrasses. Crop Sci. 21: 702-705. Dalam Ketut Kartha Dinata. 1985. Pengaruh Salinitas Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Varietas Atomita II dan IR 32. Fakultas Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Moore, T.C. 1979. Biochemistry and Physiology of Plant Hormones. Springer-Verlag New York Inc., New York.

Moorman, F.R., and van Breemen, N. 1978. Rice : Soil, Water

Land. International Rice Research Institute, Los BaƱos, Laguna, Philippines.

Mulyani, S., dan Kartaspoetra, A.G. 1989. Fisiologi Tanaman 1.

Bumi Aksara, Jakarta.

Murakami, Y. 1995. Gibberellins.182-189. Dalam Supriyadi. 2006. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Aplikasi Giberelin Gibgro 10 SP Terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Mutu Fisik Hasil Padi Sawah

(Oryza sativa L.). Skripsi. Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Notohadiprawiro. 1998. Tanah dan Lingkungan. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Hal 236.

Orcutt, D.M., and E.T. Nielsen. 2000. The Physiology of Plant Under Stress: Soil and Biotic Factors. Dalam Ai Komariah, H. 2011. Tanaman pada Lingkungan TercekamEdisi 2. Winaya Mukti

University Press, Bandung.

Osmand. 1987. Ecology 2nd Edition: Individual, Populations and

Communities. Boston Oxford, London.

Pearson dan Ayres. 1960. Dalam Sriwidodo. 1985. Penyaringan Sifat Toleran Terhadap Salinitas pada Padi Sawah dan Kaitannya dengan Beberapa Karakter Agronomik. Tesis. Fakultas Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Pemudatanikalimekar.blogspot.com/ 2013/05/cara-menyilangkanpadi.html, Diunduh tanggal 13 Agustus 2014.

Poerwowidodo. 2002. Metode Selidik Tanah. Usaha Nasional,

Surabaya.

Rahman, A.M.A., and Israel, J. Bot.1983. 32-189.

Ratna, Y. 2004. Penapisan Galur Kedelai Glycine max L. Toleran Terhadap NaCl untuk Penanaman di Lahan Salin. Makara Sains Vol. 08 (1): 21-24. FMIPA Universitas Indonesia, Depok.

Retno, W. 1994. Pembentukan dan Perkembangan Buah Tanaman Pare Pahit (Momordica charantia Linn.) dengan Perlakuan Auksin dan Giberelin. Skripsi. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Rismunandar. 1988. Hormon Tumbuhan dan Ternak. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sadjad, S. 1993. Dari Benih kepada Benih. Grasindo, Jakarta.

Salisbury, F.B. 1957. Plant Life. Scientific American Inc.,

New York.

Salisbury, F.B. and Ross, C.W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3.

(Terjemahan: Dian R. Lukman dan Sumaryono). Ganesha, Bandung.

Saungurip.blogspot.com/2012_03_0 1_archive.html. Diunduh

tanggal 13 Agustus 2014.

Sinaga. 2008. Peran Air bagi Tanaman. http://puslit.mercubuana.ac.id/file/8artikel%20sinaga.pdf. Diunduh 5 Juli 2009.

Sindangasih.com/sejarah.php/2010,Diunduh tanggal 13 Agustus

Sitompul, S.M., dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. UGM-Press. Yogyakarta.

Soemartono, B.S., dan R. Hardjono. 1980. Bercocok Tanam Padi.

Yasaguna, Jakarta.

Soemartono, B.S., dan R. Hardjono. 1982. Bercocok Tanam Padi.

Yasaguna, Jakarta.

Sposito, G. 2008. The Chemistry of Soils. Oxford University Press. New York USA. 329 p. Dalam Ahmad Muharram Ibnu Rusd. 2011. Pengujian Toleransi Padi (Oryza sativa L.) Terhadap Salinitas pada Fase Perkecambahan. Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian

Bogor, Bogor.

Stark, J.C., and W.M. Jarrell. 1980. Salinity-Induce Modification in the Respons of Maize to Water Deficits. Agron. J. 71: 425-427. Dalam Ketut KarthaDinata. 1985. Pengaruh Salinitas Terhadap

Pertumbuhan dan Produksi Padi Varietas Atomita II dan IR 32. Fakultas Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sucipto. 2009. Morfologi Tanaman Padi.http://perbenihan.blogsp

ot. com/2009/02/morfologitanaman-padi.html. Diakses tanggal 9 Agustus 2014.

Sulaiman, S. 1980. Penyaringan Varietas Padi Sawah bagi Penyesuaian Terhadap Tanah Berkadar Garam Tinggi. Tesis. Fakultas Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sumarsono, A.S., Budianto, S. dan D.W. Widjayanto. 2006.

Penampilan Morfologi dan Produksi Bahan Kering Hijauan Rumput Gajah dan Kolonjono di Lahan Pantai yang Dipupuk dengan Pupuk

Organik dan Dua Level Pupuk Urea. Fakultas Peternakan Universitas Dipenogoro, Semarang.

Suparyono, B., dan Setyono, Agus. 1993. Padi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Suparyono, B., dan Setyono, Agus. 1997. Padi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Supriyadi. 2006. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Aplikasi Giberelin Gibgro 10 SP Terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Mutu Fisik Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.). Skripsi. Program Studi

Agronomi Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Suwarno dan Solahudin, S. 1983. Toleransi Varietas Padi Terhadap Salinitas pada Fase Perkecambahan. Bul. Agron. 14 (3): 1-1.

Suwarno. 1985. Pewarisan dan Fisiologi Sifat Toleran Terhadap Salinitas pada Tanaman Padi. Disertasi. Program Pasca Sarjana,

Institut Pertanian Bogor, Bogor. 87 hal.

Tan, K.H. 2000. Environmental Soil Science 2nd ed. Marcel Dekker. New York. 452 p.

Warsa, T., dan Cucu, S.A. 1982. Teknik Perancangan Percobaan (Rancangan dan Analisis). Serial Pengenalan Dasar-dasar Statistik Terapan. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran,

Bandung.

Wattimena, G.A. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Pusat Antar Universitas IPB, Bogor. 247 hal.

Yamashita, K., and Matsumoto, H. 1997. Plant Nutritions. 20-233.

Yan, W., R. Dilday, R. Helms and F. Bourland. 2004. Effect of Giberrellic Acid on Rice Germination and Seedling Emergence in Stress Condition. Arkansas Agricultural Experiment Station Research Series 517. 303-316.




DOI: http://dx.doi.org/10.33512/jur.agroekotetek.v11i2.7695

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Agroekoteknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED BY:


View My Stats Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.