KARAKTERISASI PENGARUH PENAMBAHAN IOTA KARAGENAN PADA EMULSI SUSU KACANG KORO

Denni Kartika Sari, Indar Kustiningsih, Annas Eko Oktawiyono, Rosihan Apris Eko Prastyo

Abstract


Kacang koro merupakan salah satu produk lokal yang belum banyak dikembangkan. Pengolahan susu kacang koro pedang membutuhkan sistem emulsi yang baik untuk meningkatkan stabilitas dari produk yang dihasilkan dan meningkatkan keawetan produk olahan kacang koro. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari penambahan emulsifier, kecepatan pengadukan, dan waktu pengadukan terhadap laju pengendapan susu kacang koro pedang pada stabilitas emulsi dengan pendekatan pengukuran creaming index, hukum stoke dan brown. Konsentrasi emulsifier divariasikan 0,07, 0,08, 0,09, dan 0,1 gram. Untuk kecepatan pengadukan 3000, 6000, dan 9000 rpm serta untuk waktu pengadukan 5, 10, 15, dan 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi emulsifier dan kecepatan pengadukan berpengaruh terhadap viskotitas dan stabilitas emulsi. Sedangkan semakin lama pengadukan akan memperkecil viskositas dan mempercepat pemisahan.  Hasil emulsi terbaik didapatkan pada variasi kecepatan pengadukan 9000 rpm, konsentrasi Iota karagenan sebesar 0,1 gram, dan lama pengadukan selama 5 menit dengan pendekatan pengukuran creaming index. Analisis ANOVA menunjukan bahwa kecepatan pengadukan, konsentrasi pengemulsi, dan waktu pengadukan pada proses emulsi susu kacang koro berpengaruh signifikan dengan nilai creaming index dimana nilai F hitung (F) < F tabel (Fcrit). Hal tersebut terlihat pula pada analisis respond surface yang didapatkan. Pengukuran stabilitas emulsi pendekatan metode stoke lebih efektif dibandingkan dengan metode Brown.


Keywords


Emulsi, Metode Brown, Metode Stoke, Kecepatan Pengendapan, Kacang Koro Pedang

Full Text:

PDF

References


Ansel, H. C. (2008). Pengantar Sediaan Farmasi (4th ed.). Jakarta: Penerbit UIP.

Ariyanti, F. R. (2005). Sifat Fisik dan Palatabilitas Sosis Daging Sapi dengan Penambahan Karagenan. Bogor.

Egi, L. R., Widodo, F. M., & Putut, H. R. (2012), Aplikasi Karagenan sebagai Emulsifier di dalam Pembuatan Sosis Ikan Tengiri (Scomberomorus guttatus) pada Penyimpanan Suhu Ruang. Jurnal Perikanan, 1(2), 1–8.

Eva, M. N., Munir, & Intan Dwi Novieta. (2014). Kandungan Kalsium (Ca) dan Fosfor (P) Kacang Koro Pedang (Canavalia Ensiformis) Sebagai Alternatif Pakan Konsentrat pada Ransum Ternak dengan Menggunakan Lama Perendaman NaCl yang Berbeda. Jurnal Galung Tropika, 3(2), 106–115.

Istiani, Y., Handajani, S., & Pangastuti, A. (2015). Karakterisasi Senyawa Bioaktif Isoflavon dan Uji aktivitas Antioksidan dari Bahan Etanol Tempe Berbahan Baku Koro Pedang (Canavalia Ensiformis). Biofarmasi, 13(2), 50–57.

Jouanneau, D., Boulenguer, P., Mazoyer, J., & Helbert, W. (2011). Hybridity of carrageenans water- and alkali-extracted from Chondracanthus chamissoi, Mazzaella laminarioides, Sarcothalia crispata, and Sarcothalia radula. Journal of Applied Phycology, 23(1), 105–114. Retrieved from https://doi.org/10.1007/s10811-010-9545-3

Khan, B. A., Akhtar, N., Khan, H. M. S., Waseem, K., Mahmood, T., Rasul, A., … Khan, H. (2011, December 30). Basics of pharmaceutical emulsions: A review. African Journal of Pharmacy and Pharmacology. Retrieved from https://doi.org/10.5897/AJPP11.698

Leon, M. P. (1977). Microemulsions Theory and Practice. Elsevier. Retrieved from https://doi.org/10.1016/B978-0-12-565750-1.X5001-2

Leung, A., Ramaswamy, Y., Munro, P., Lawrie, G., Nielsen, L., & Trau, M. (2005). Emulsion strategies in the microencapsulation of cells: Pathways to thin coherent membranes. Biotechnology and Bioengineering, 92(1), 45–53. Retrieved from https://doi.org/10.1002/bit.20597

Maria, I. B. (2000). Rheology of Suspensions and Emulsions, Venezuela.

Mason, T. G., Wilking, J. N., Meleson, K., Chang, C. B., & Graves, S. M. (2006). Nanoemulsions: formation, structure, and physical properties. Journal of Physics: Condensed Matter, 18(41), R635–R666. Retrieved from https://doi.org/10.1088/0953-8984/18/41/R01

Meybodi, N. M., Mohammadifar, M. A., & Naseri, A. R. (2014). Effective Factors on the Stability of Oil-in-Water Emulsion Based Beverage: A Review. Journal of Food Quality and Hazards Control (Vol. 1). Retrieved from http://jfqhc.ssu.ac.ir

Nielloud, F., & Marti-Mestres, G. (2000). Pharmaceutical Emulsions and Suspensions. Boca Raton: CRC Press.

Rao, J., & McClements, D. J. (2012). Food-grade microemulsions and nanoemulsions: Role of oil phase composition on formation and stability. Food Hydrocolloids, 29(2), 326–334. Retrieved from https://doi.org/10.1016/j.foodhyd.2012.04.008

Salim, N., Basri, M., Abdullah, D. K., & Basri, H. (2011). Phase Behaviour, Formation and Characterization of Palm-Based Esters Nanoemulsion Formulation containing Ibuprofen. Journal of Nanomedicine & Nanotechnology, 02(04). Retrieved from https://doi.org/10.4172/2157-7439.1000113

Silva, A. P. C., Nunes, B. R., de Oliveira, M. C., Koester, L. S., Mayorga, P., Bassani, V. L., & Teixeira, H. F. (2009). Development of topical nanoemulsions containing the isoflavone genistein. Pharmazie, 64(1), 32–35. Retrieved from https://doi.org/10.1691/ph.2008.8150

Supriyono E. (2007). Pengaruh Konsentrasi Surfactant Pada Formulasi Propuxure 20 Ec Dan Efektifitasnya Dalam Membasmi Nyamuk Aedes Aegypti. Semarang.

Talegaonkar, S., Azeem, A., Ahmad, F., Khar, R., Pathan, S., & Khan, Z. (2008). Microemulsions: A Novel Approach to Enhanced Drug Delivery. Recent Patents on Drug Delivery & Formulation, 2(3), 238–257. Retrieved from https://doi.org/10.2174/187221108786241679

Yosephine, & Sausan. (2008). Mikroenkapsulasi Alat Tokoferol menggunakan Penyalut Hidroksipropil Multiselulosa dengan Metode Spray Driying. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.36055/jip.v11i2.12295

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal integrasi Proses (JIP) has been indexed by:

                                         

 

 


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.