Strategi peningkatan produktivitas dengan pendekatan green productivity pada agroindustri kedelai

Kulsum Kulsum, Yanuar Sutanto, Evi Febianti, Dyah Lintang Trenggonowati, Restu Wigati, Akbar Gunawan, Bobby Kurniawan

Abstract


Agroindustri kedelai XYZ merupakan industri rumahan yang membuat produk tempe. Pada produksi industri rumahan sering kali menghasilkan limbah dari proses produksi yang dilakukan. Oleh sebab itu diperlukan usaha pengelolaan yang tepat, salah satunya dengan melakukan usaha reduksi limbah. Melalui pendekatan Green Productivity diharapkan dapat mereduksi limbah yang dihasilkan dari proses produksi serta mampu mengurangi penggunaan sumber daya dan energi material yang berdampak pada pengurangan pemborosan maka akan lebih efisien dalam proses produksi yang dilakukan. Penelitian diawali dengan mengindentifikasi limbah yang dihasilkan dari setiap proses produksi tempe, kemudian menghitung nilai Green Productivity Index pada kondisi awal, lalu menentukan alternatif solusi perbaikan untuk mereduksi limbah dan menghitung nilai estimasi GPI setiap alternatif solusi perbaikan. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat, limbah cair dan limbah gas. Limbah padat berasal dari kulit kedelai dan abu kayu bakar, limbah cair berasal dari limbah air sisa proses produksi, dan limbah gas berasal dari asap pembakaran kayu bakar. Alternatif perbaikan yang dipilih yaitu penggunaan kembali air pada proses penyaringan. Alternatif ini mendapatkan nilai estimasi dampak lingkungan 1,2862, nilai produktivitas sebesar 1,3501 dan nilai GPI sebesar 1,04.

Keywords


Green Productivity; Produktivitas; Agroindustri; Kedelai

Full Text:

PDF (IDN)

References


A. Zaqi Al Faritsy and P. Korespondensi, “Peningkatan produktivitas perusahaan dengan menggunakan metode six sigma, lean dan kaizen,” J@ti Undip J. Tek. Ind., vol. 10, no. 2, pp. 103–116, Jun. 2015, doi: 10.12777/JATI.10.2.103-116.

J. Prasetio and S. Widyastuti, “Pupuk organik cair dari limbah industri tempe,” WAKTU J. Tek. UNIPA, vol. 18, no. 2, pp. 22–32, Jul. 2020, doi: 10.36456/WAKTU.V18I2.2740.

H. S. Yuwanda, and A. Faisol, “Analisis Pemanfaatan opportunity cost pengolahan limbah tempe pada UD Tempe Heri di Pamekasan: Perspektif Going Concern Akuntansi,” Wacana Equiliberium (Jurnal Pemikir. Penelit. Ekon., vol. 8, no. 1, pp. 35–41, Jun. 2020, doi: 10.31102/EQUILIBRIUM.8.1.35-41.

D. Sari and A. Rahmawati, “Analisa kandungan limbah cair tempe air rebusan dan air rendaman kedelai,” J. Ilm. Kesehat. Media Husada, vol. 9, no. 1, pp. 36–41, Apr. 2020, doi: 10.33475/JIKMH.V9I1.210.

A. Mubin and D. S. Zainuri, “Peningkatan produktivitas dan kinerja lingkungan dengan metode green productivity di PT. XYZ,” J. Tek. Ind., vol. 13, no. 2, pp. 126–132, Dec. 2012, doi: 10.22219/JTIUMM.VOL13.NO2.126-132.

J. Li and B. Lin, “Green Economy Performance and Green Productivity Growth in China’s Cities: Measures and Policy Implication,” Sustain. 2016, Vol. 8, Page 947, vol. 8, no. 9, p. 947, Sep. 2016, doi: 10.3390/SU8090947.

Y. Wang, X. Sun, and X. Guo, “Environmental regulation and green productivity growth: Empirical evidence on the Porter Hypothesis from OECD industrial sectors,” Energy Policy, vol. 132, pp. 611–619, Sep. 2019, doi: 10.1016/J.ENPOL.2019.06.016.

K. Li and B. Lin, “Impact of energy conservation policies on the green productivity in China’s manufacturing sector: Evidence from a three-stage DEA model,” Appl. Energy, vol. 168, pp. 351–363, Apr. 2016, doi: 10.1016/J.APENERGY.2016.01.104.

R. Bahara, M. Marimin, and Yandra Arkeman, “Perbaikan produktivitas hijau pada proses produksi susu bubuk dewasa,” J. Apl. Bisnis dan Manaj., vol. 1, no. 2, pp. 65–65, Dec. 2015, doi: 10.17358/JABM.1.2.65.

Marimin, M. A. Darmawan, Machfud, M. P. Islam Fajar Putra, and B. Wiguna, “Value chain analysis for green productivity improvement in the natural rubber supply chain: a case study,” J. Clean. Prod., vol. 85, pp. 201–211, Dec. 2014, doi: 10.1016/J.JCLEPRO.2014.01.098.

G. Zaka Wali, and W. Handayani, “Analisis Kinerja Lingkungan dengan Metode Green Productivity pada Limbah Cair Pabrik Tahu FN Gresik,” Al-Kharaj J. Ekon. Keuang. Bisnis Syariah, vol. 4, no. 4, pp. 1227–1239, Jan. 2022, doi: 10.47467/ALKHARAJ.V4I4.910.

R. Pineda-Henson~, and A. B. Culaba, “A diagnostic model for green productivity assessment of manufacturing processes,” Int. J. Life Cycle Assess. 2004 96, vol. 9, no. 6, pp. 379–386, Nov. 2004, doi: 10.1007/BF02979081.

A. M. Deif, “A system model for green manufacturing,” J. Clean. Prod., vol. 19, no. 14, pp. 1553–1559, Sep. 2011, doi: 10.1016/J.JCLEPRO.2011.05.022.

A. Susanty, H. Santosa, and F. Tania, “Penilaian Implementasi Green Supply Chain Management di UKM Batik Pekalongan dengan Pendekatan GreenSCOR,” J. Ilm. Tek. Ind., vol. 16, no. 1, p. 56, Jul. 2017, doi: 10.23917/JITI.V16I1.3862.

A. Fathurrahman, I. Iriani, and D. S. Donoriyanto, “Evaluasi produktivitas dan limbah berbasis green productivity di CV. ABC,” JUMINTEN, vol. 1, no. 2, pp. 93–104, Mar. 2020, doi: 10.33005/JUMINTEN.V1I2.66.

F. Sayow, B. V. J. Polii, W. Tilaar, and K. D. Augustine, “Analisis kandungan limbah industri tahu dan tempe rahayu di Kelurahan Uner Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa,” AGRI-SOSIOEKONOMI, vol. 16, no. 2, pp. 245–252, May 2020, doi: 10.35791/AGRSOSEK.16.2.2020.28758.

N. M. N. B. S. DEWI, “Manajemen pengelolaan limbah industri tahu (Studi pada Sentra Industri Tahu di Kelurahan Abian Tubuh Kota Mataram),” GANEC SWARA, vol. 14, no. 1, pp. 426–430, Mar. 2020, doi: 10.35327/GARA.V14I1.117.

D. Siswani Mulia, R. Tri Yuliningsih, H. Maryanto dan Cahyono Purbomartono, “Pemanfaatan limbah bulu ayam menjadi bahan pakan ikan dengan fermentasi Bacillus subtilis (Utilization of Waste Chicken Feather to Fish Feed Ingredients Material with Fermentation of Bacillus subtilis),” J. Mns. dan Lingkung., vol. 23, no. 1, pp. 49–57, Feb. 2016, doi: 10.22146/JML.18773.

E. Novita et al., “Komparasi proses fitoremediasi limbah cair pembuatan tempe menggunakan tiga jenis tanaman air,” J. AGROTEKNOLOGI, vol. 13, no. 01, pp. 16–24, Jun. 2019, doi: 10.19184/J-AGT.V13I01.8000.

Y. T. Amanda, I. Marufi, and A. D. Moelyaningrum, “Pemanfaatan biji trembesi (samanea saman) sebagai koagulan alami untuk menurunkan bod, cod, tss dan kekeruhan pada pengolahan limbah cair tempe,” Berk. Ilm. Pertan., vol. 2, no. 3, pp. 92–96, Aug. 2019, doi: 10.19184/BIP.V2I3.16275.

L. Edahwati, S. Sutiyono, R. R. Anggriawan, “Pembentukan Pupuk Struvite dari Limbah Cair Industri Tempe dengan Proses Aerasi,” J. Teknol. Lingkung., vol. 22, no. 2, pp. 215–221, Jul. 2021, doi: 10.29122/JTL.V22I2.4721.




DOI: http://dx.doi.org/10.36055/jiss.v8i1.14445

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  is supported by