Pengukuran Tingkat Kelelahan Kerja Karyawan pada Departemen Operation Director PT. XYZ

Ani Umyati, Ekana Kusumaningrum, Wahyu Susihono, Akbar Gunawan

Abstract


PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan oleh PT. XYZ memasok kebutuhan listrik di kawasan Industri yang berada di Kota Cilegon. Perusahaan tersebut memiliki tiga Departemen, yaitu Operation Director, Planning & Commerce Director, dan Finance & Adm Director. Sekitar 80% proses pembuatan energi listrik dilakukan oleh Departemen Operation Director. Besarnya peranan Departemen Operation Director mengakibatkan besar pula tanggung jawab dan peranan dari semua yang terlibat pada Departemen ini. Hal tersebut dapat meningkatkan potensi kelelahan yang dialami oleh para pekerja di Operation Director Departemen. Gejala kelelahan seperti mengantuk, haus, tidak fokus, pegal pada punggung, pusing, dan lelah pada mata sering kali dialami oleh para pekerja pada saat beraktivitas. Namun sampai saat ini belum ada pengukuran tingkat kelelahan para pekerja, sehingga belum ada ukuran yang terkuantifikasi terkait besaran tingkat kelelahan yang dialami oleh para pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan survey menggunakan kuesioner Industrial Fatique Research Committe (IFRC) yang terdiri dari 30 pertanyaan yang dapat mengkuantifikasi tingkat kelelahan berdasarkan 4 (empat) aspek. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 54 orang responden memiliki rerata kelelahan kerja pada Divisi Logistic Manager sebesar 78 ± 5,00 dengan kategori tinggi, Divisi Operation Manager sebesar 68,85 ± 15,66 dengan kategori sedang, dan Divisi Maintenance Manager sebesar 64,20 ± 9,40 dengan kategori sedang. Dari data diatas terlihat bahwa bagian Divisi Logistic Manager mengalami tingkat kelelahan yang paling tinggi dibandingkan dengan bagian yang lain yang terdapat di Departemen Operation Manager.


Keywords


Kelelahan Kerja, IFRC, Operation Director Departement

Full Text:

PDF

References


Verawati, L. 2016, "Hubungan Tingkat Kelelahan Subjektif Dengan Produktivitas Pada Tenaga Kerja Bagian Pengemasan di CV Sumber Barokah". The Indonesian Journal Of Occupational Safety and Helath. Vol 5 No 1: 51-60.

Ningsih, S. N. P. dan Nilamsari, N. 2018. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Pada Pekerja DIpo Lokomotif PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health. Vol 3 No 1: 69-82.

Umyati, A. Yadi, Y.H. Sandi, E.S.N. 2015. Pengukuran Kelelahan Kerja Pengemudi Bis dengan Aspek Fisiologis Kerja dan Metode Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Seminar Nasional IENACO. Hal 163-171

Susihono, W. 2016. Ergonomi di Industri Pengecoran Logam Pendekatan Fisiologis dan Pengukuran Kinerja Karyawan. Untirta Press. Hal 92-103. ISBN 978-602-1013-60-1

Falah, T. Wiediartini. Rosydah, B.M. 2018. Pengaruh Faktor Individu dan Faktor Psikososial terhadap Kelelahan Pengemasan Produk di Perusahaan Beverages. Proceeding 2nd Conference On Safety Engineering. Program Studi D4 Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Hal 553-558.

Irma, I. Lestari, I. Kurniawan, A. R. 2019. Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Subjektif Kelelahan Mata Pada

Pengguna Komputer. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah. Vol 8 No 1: 15-23

Arini, S.Y. dan Dwiyanti, E. 2015. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Kelelahan Kerja pada Pengumpul Tol di Perusahaan Pengembang Jalan Tol Surabaya. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. Vol. 4 No 2: 113–122

Susetyo. (2008). Prevalensi Keluhan Subyektif atau Kelelahan Karena Sikap Kerja yang Tidak Ergonomis pada Pengrajin Perak. Jurnal Teknologi. 141-149




DOI: http://dx.doi.org/10.36055/jiss.v6i1.9477

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  is supported by