Utilization of Rice Bran Fermentation with Aspergillus niger on Feed Raw Material of Tilapia (Oreochromis niloticus)

Mochammad Ikhwanuddin, Achmad Noerkhaerin Putra, Mustahal Mustahal

Abstract


Tilapia (Oreochromis niloticus) is a type of aquaculture commodity that has high economic value. This research aims to know the effect of feeding of rice bran fermentation on feed raw material to the parameter digestibility and growth of tilapia. The used tilapia were sized 5.33 ± 0.00 g/fish with stocking density 15 fish/40 L (aquarium). Fish were fed three times daily in ad satiation. This study used three treatment with four replications, namely (A) commercial feed as control, (B) commercial feed with the addition of rice bran fermentation with Aspergillus niger, (C) commercial feed with the addition of rice bran without fermentation. The results showed that the feed (B) can improve nutrient digestibility and growth of tilapia with dry matter digestibility of 67,87 ± 2,44 %, protein digestibility of 85.04 ± 3.28 %, feed intake of 230 ± 4.08 g, final weight 11.81 ± 0.45 g, specific growth rate of 1.65 ± 0.40 % and survival rate of 75.00 ± 0.11 % compared to the other treatments

Keywords


Aspergillus niger; feed; rich bran; tilapia

Full Text:

PDF

References


Alim PRA. 2016. Evaluasi Tepung Ceratophyllum sp. sebagai Bahan Pakan untuk Ikan Nila Oreochromis niloticus. [SKRIPSI]. Bogor: Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 27 hlm.

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 2013. Dedak Padi - Bahan Pakan Ternak. SNI 3178:2013. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional. 10 hlm

[Ditjen PDSPKP] Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan. 2016. Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) Triwulan I Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. 67 hlm.

[Ditjen PB] Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. 2016. Laporan Kinerja (LKj) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun 2015. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. 174 hlm.

Effendie MI. 1997. Biologi Perikanan. Bogor: Yayasan Pustaka Nusatama. 163 hlm.

Elyana P. 2011. Pengaruh Penambahan Ampas Kelapa Hasil Fermentasi Aspergillus oryzae dalam Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus Linn.). [SKRIPSI]. Surakarta: Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret. 77 hlm.

Erfanto F, Hutabarat J dan Arini E. 2013. Pengaruh Substitusi Silase Ikan Rucah dengan Presentase yang Berbeda pada Pakan Buatan terhadap Efisiensi Pakan, Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio). Journal of Aquculture Management and Technology. 2(2): 26-36.

[FAO] Food and Agriculture Organization of the United Nations. 2014. The State of World Fisheries and Aquaculture: Opportunities and Challenges. Rome: FAO. 223 pp.

Handajani H. 2011. Optimalisasi Substitusi Tepung Azolla Terfermentasi pada Pakan Ikan untuk Meningkatkan Produktivitas Ikan Nila Gift. Jurnal Teknik Industri. 12(2): 177-181.

Huisman EA. 1987. Principles of Fish Production. Department of Fish Culture and Fisheries. Wageningan: Wageningen Agriculture University Netherland. 170p.

Indariyanti N. 2011. Evaluasi Kecernaan Campuran Bungkil Inti Sawit dan Onggok yang di Fermentasi oleh Trichoderma harzianum Rifai untuk Pakan Nila Oreochromis sp. [TESIS]. Bogor: Program Studi Akuakultur, Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. 54 hlm.

Laelasari dan Purwadaria T. 2004. Pengkajian Nilai Gizi Hasil Fermentasi Mutan Aspergillus niger pada Substrat Bungkil Kelapa dan Bungkil Inti Sawit. Jurnal Biodiversitas. 5(2): 48-51.

Lestari SF, Yuniarti S, Abidin Z. 2013. Pengaruh Formulasi Pakan Berbahan Baku Tepung Ikan, Tepung Jagung, Dedak Halus dan Ampas Tahu Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis sp). Jurnal kelautan. 6(1): 36-46

Mediawati I. 2009. Pengaruh Penggunaan Dedak Fermentasi pada Pakan Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius djambal). [SKRIPSI]. Bandung: Program Studi Biologi, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknik Bandung. 47 hlm.

[NRC] National Research Council. 1993. Nutrient Requirements of Fish. Washington DC: National Academic Press. 273 pp.

Putra AN. 2010. Kajian Probiotik, Prebiotik dan Sinbiotik untuk Meningkatkan Kinerja Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus). [TESIS]. Bogor: Program Studi Ilmu Akuakultur, Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. 63 hlm.

Shankar R, Murthy S, Pavadi P, Thanuja K. 2008. Effect of Betaine as a Feed Attractant on Growth, Survival, and Feed Utilization in Fingerlings of the Indian Major Carp Labeo rohita. The Israeli Journal of Aquaculture–Bamidgeh. 60: 95–99.

Takeuchi T. 1988. Laboratory Work-Chemical Evaluation of Dietary Nutrients, p.179-223. In Watanabe T. (Ed): Fish Nutrition and Mariculture, Tokyo (JP): Kanagawa International Fisheries Training. Japan International Coopration Agency (JICA). 256 pp.

Tampoebolon BIM. 2009. Kajian Perbedaan Aras dan Lama Pemeraman Fermentasi Ampas Sagu dengan Aspergillus niger Terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar. Prosiding Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan. Semarang, 20 Mei 2009. Semarang: Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro. 235-243 hlm.

Watanabe T. 1988. Fish Nutrition and Mariculture. JICA Textbook. The general Aquaculture Course. Tokyo (JP): Department of Aquatic Biosciences, Tokyo University of Fisheries. 233 pp.

Widianingsih C. 2016. Gambaran Darah dan Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera) Hasil Fermentasi pada Pakan. [SKRIPSI]. Serang: Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. 43 hlm.




DOI: http://dx.doi.org/10.33512/jpk.v8i1.3793

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                  

 

Creative Commons License
Jurnal Perikanan dan Kelautan [JPK] is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright @ Universitas Sultan Ageng Tirtayasa [Untirta]. All rights reserved