Pelatihan Tari Kreasi Banten Ing Tanah Jawara di Sanggar Seni Rajawali Pandeglang

Siti Nurasiah Jamil

Abstract


ABSTRACT

The Banten Ing Tanah Jawara dance training is a dance training process created by Rajawali Pandeglang art studio for male dancers. The Rajawali Pandeglang art studio was one of the studios in Pandeglang Regency that is active in the dance training and has a fairly good dancing quality, especially for male dancers. This can be seen from the techniques and movements performed by male dancers. This study aims to find out the process of the Banten Ing Tanah Jawara dance training for male members, as well as what factors are supporting and inhibiting the training process. This study used a descriptive method using a qualitative approach and supported by other supporting theories by looking at the training process of the Banten Ing Tanah Jawara creation dance at Rajawali Pandeglang art studio. Data collected  by using observational studies, interviews, and documentation. Based on the results of the study, it was shown that the training process for the creation of Banten Ing Tanah Jawara dance at the Rajawali Pandeglang art studio was held four times gradually, scheduled and systematic, each meeting covering planning, implementation, observation and evaluation, and the supporting factors for the training are the dancers's basic abilities and the trainers's roles, whereas the inhibitin factors in the training process is the discipline of training time.

Keywords: Creative Dance Training Process, Creative Dance, Banten Ing Tanah Jawara.

ABSTRAK

Proses pelatihan tari kreasi Banten Ing Tanah Jawara adalah proses pelatihan tari yang dilakukan di sanggar seni Rajawali Pandeglang dan diberikan kepada penari laki-laki. Sanggar seni Rajawali Pandeglang merupakan salahsatu sanggar yang ada di Kabupaten pandeglang yang aktif dalam proses pelatihan tari dan memiliki kualitas kepenarian yang cukup baik terutama bagi penari laki-laki. Hal ini dapat dilihat dari teknik dan pengolahan gerak yang dilakukan penari laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelatihan tari Banten Ing Tanah Jawara bagi anggota laki-laki, serta apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam proses latihan tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta ditunjang dengan teori pendukung lainnya dengan melihat proses pelatihan tari kreasi Banten Ing Tanah Jawara di sanggar seni Rajawali Pandeglang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa proses pelatihan tari kreasi Banten Ing Tanah Jawara di sanggar seni Rajawali Pandeglang dilakukan sebanyak empat kali pertemuan secara bertahap, terjadwal dan sistematis setiap pertemuan meliputi perencanaan,pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, dengan adanya faktor pendukung yakni kemampuan dasar penari dan peran pelatih, serta faktor yang menjadi penghambat dalam proses latihan adalah kedisiplinan waktu latihan.

 

Kata Kunci : Proses Pelatihan, Tari kreasi,  Banten Ing Tanah Jawara

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Buku

Dimyati dan Mudjiono. (2008). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Sugiyono, (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Moleong, J. 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Djam’an, AAn. 2013. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Kamil, Mustofa. 2011. Pendidikan Nonformal. Bandung: Alfabeta

Sudjana, 2005. Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Falah Production

Mulyani, Novi. 2016. Pendidikan Seni Tari Anak Usia Dini. Yogyakarta: Gava Media.

Astuti. Fuji. 2016. Pengetahuan dan Teknik Menta Tari. Jakarta: Kencana

Jurnal

Tineung.Arum,Alis.Triena. 2019. Implementasi Pembelajaran Tari Dalam Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak Usia 4-6 Tahun. Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, vol.4, No 1, April 2019

Nurjaman, Sudadio, Faturohman, 2017. Implementasi Pelatihan Tari Daerah Dalam Melestarikan Tarian Banten di Sanggar Raksa Budaya Kota Serang. Journal on Nonformal Education and Community Empowerment, vol. 1 (2): 152-160, Desember 2017


Refbacks

  • There are currently no refbacks.