PROSES PEMBELAJARAN SENI TRADISIONAL CALUNG DI SANGGAR PANGHEGAR MANAH KABUPATEN PANDEGLANG

Septian Malik Ibrahim

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pengaruh tranformasi budaya yang menyebabkan semakin tergerusnya nilai-nilai tradisional, hal ini menjadi salah satu ancaman bagi eksistensi seni tradisional baik dibidang musik atau yang lainnya. Hal ini diperkuat dengan hasil di lingkungan masyarakat yang menunjukkan kepopuleran alat musik tradisi barat / modern lebih populer dibanding alat musik tradisional, seperti Calung. Akibat rendahnya kepopuleran seni tradisional calung, menjadikan alat musik tradisional menjadi kurang dikenal dan kurang diminati. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pembelajaran dan hasil dari proses pembelajaran seni tradisional calung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa di sanggar Panghegar Manah. Teknik pengumpulan data yang digunakan, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini melibatkan 4 kegiatan yaitu apersepsi, pembukaan, inti dan penutup. Kemudian untuk hasil dari proses pembelajaran seni tradisional calung yaitu  bisa menambah skill dan kemampuan siswa dalam memainkan kesenian calung.

 

Kata Kunci:  Proses Pembelajaran, Seni Tradisional Calung, Sanggar Panghegar Manah

Fauzan, R., & Nashar, N. (2017). “Mempertahankan Tradisi, Melestarikan Budaya” (Kajian Historis dan Nilai Budaya Lokal Kesenian Terebang Gede di Kota Serang). Jurnal Candrasangkala Pendidikan Sejarah, 3(1), 1. https://doi.org/10.30870/candrasangkala.v3i1.2882

Fitriani, Y. (2015). Kontribusi Seni Calung Wisanggeni Terhadap Perkembangan Pariwisata Di Kabupaten Purbalingga. Skripsi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri yogtakarta.

Juliansyah, J., Syam, C., & Indrapraja, D. K. (2016). Kajian Etnomusikologi Alat Musik Alo’ Galing di Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 5(2), 1–11.

Lubis, Zulkifli B. (2005). Kanalisasi Ketegangan Etnik dan Kompetisi Budaya dalam Sektor Publik. Jurnal Antropologi Sosial Budaya ETNOVISI, Vol. I, 2005, Medan: USU

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Rosda.

Simeon, J. J. C. (2015). The U9 Xylophone : An Innovation in Music Classroom Teaching. Wacana Seni Journal of Arts Discourse, 14, 147–165.

Rustaman, N. (2007). Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: Inperial Bakti Utama

Sagala, Syaiful. (2010). Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sugiono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, R&D. Bandung: Alfabeta.

Somawijaya, A. (1996). Khasanah Musik Bambu. Laporan Penelitian Dosen STSI Bandung: Tidak Diterbitkan.

_______. (2003). Orkestra Musik Bambu AWI SADA, Thesis, ISI Yogyakarta, hal.1-2.

Upandi, Pandi. 2009. Metode Pembelajaran Kliningan Kawih Dan Gending Pirigannya. Bandung: STSI Press.

Zahrotul, F., & Rachman, A. (2020). Aransemen Vokal Sebagai Identitas O.K Congrock 17 di Semarang. Gondang : Jurnal Seni Dan Budaya, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.24114/gondang.v4 i1.17951


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.