PEMERTAHANAN KEPERCAYAAN PADA MASYARAKAT TALAGA, MAJALENGKA DAN MASYARAKAT NAGOYA, JEPANG

Asri Soraya Afsari, Ayu Septiani, Risma Rismelati

Abstract


Kepercayaan sebagai salah satu dari tujuh unsur kebudayaan tentu dimiliki oleh setiap suku bangsa tidak terkecuali dimiliki pula oleh suku bangsa Sunda dan Jepang. Dengan sifat universal yang terkandung dalam tujuh unsur kebudayaan maka tidak menutup kemungkinan akan terdapat kesamaan dalam kepercayaan yang ada di suku bangsa Sunda (hal ini masyarakat Talaga) dan suku bangsa Jepang (masyarakat Nagoya). Hal ini menarik untuk dikaji, mengingat Talaga merupakan satu di antara kecamatan yang ada di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat yang masih kental dengan nilai sakral dan sejarahnya karena di daerah ini pernah terdapat kerajaan tradisional yaitu Kerajaan Talaga Manggung sehingga banyak peninggalan sejarah dan kepercayaan yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakat Talaga. Begitu pula dengan Nagoya. Masyarakat Nagoya merupakan satu di antara masyarakat Jepang yang masih menjunjung tinggi tradisi leluhur. Dengan demikian, melalui penelitian ini akan dikaji perbandingan kepercayaan masyarakat Talaga di Majalengka dan masyarakat Nagoya di Jepang, serta cara mereka mempertahankan kepercayaan tersebut di tengah arus globalisasi. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode kualitatif deskripstif dan pendekatan sejarah. Dalam pengumpulan data digunakan metode lapangan karena peneliti terjun langsung ke masyarakat. Di samping itu, digunakan pula metode survey melalui penyebaran daftar kuesioner.


Keywords


Pemertahanan; Kepercayaan; Talaga; Nagoya

Full Text:

PDF

References


Adler, Peter dan Patricia A. Adler. 1994.“Observational Techniques” dalam Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincoln (ed.) Handbook of Qualitative Research. London-New Delhi: Sage Publications.

Chiba, Kouji. 2012. Shireba Osoroshii Nihonjin no Fuushu. Tokyo: Kawade Shobo.

Djajasudarma, T. Fatimah, 2000. Semantik 1: Makna Leksikal dan Gramatikal (Cetakan Keempat). Bandung: Refika Aditama.

Djajasudarma, T. Fatimah 2010. Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian (Cetakan Ketiga). Bandung: Eresco.

Haliiday, M.A.K dan Ruqaiya Hasan. 1994. Bahasa, Konteks, dan Teks: Aspek-Aspek Bahasa dalam Pandangan Semiotika Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Kartika, N. 2007. Sejarah Majalengka: Sindangkasih – Maja – Majalengka. Bandung: Uvula Press.

Kriyantono, Rachmat. 2007. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.

Kusmaya, Asep Zery. 2014. “Perkembangan dan Sistem Pewarisan Kesenian Angklung Badud di Cijulang Pangandaran”. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta. Tidak diterbitkan.

Lubis, Nina H. (ed.). 2012. Sejarah Kerajaan Talaga. Bandung: Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat.

Mahsun, 2005. Metode Penelitan Bahasa:Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Nagoya Rekishi Kyouiku Kenkyuukai. 1987. Kodomo to Saguru Nagoya no Rekishi. Nagoya: Nagoya Rekishi Kyouiku Kenkyuukai

Soelaeman, Moenandar. 2007. Ilmu Budaya Dasar: Suatu Pengantar (Cetakan Keempat). Bandung: Refika Aditama.

Spradley, James P. 1997. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Setiawan, Danu Pratama. 2009. “Tabu dalam Kebudayaan Sunda”,melalui (http://bpsnt-bandung.blogspot.co.id/2009/07/Tabu-dalam-kebudayaansunda.html#.WhamWrltDD), diakses pada 9 Januari 2017.

http://www.worldtravelguide.net/nagoya/history

http://www.city.nagoya.jp/en/page/0000014070.html

http://www.nagoya-info.jp/shiru/history/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats Flag Counter