Penerapan Laboratorium Virtual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa

Nur Hikmah, Nanda Saridewi, Salamah Agung

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan laboratorium virtual terhadap pemahaman konsep siswa pada materi laju reaksi. Pemahaman konsep termasuk kedalam dimensi proses-proses kognitif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 86 Jakarta pada semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan desain pretest – posttest control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas XI MIA 2 sebagai kelompok eksperimen dengan pembelajaran menggunakan laboratorium virtual dan siswa kelas XI MIA 1 sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Sampel pada tiap kelompok berumlah 29 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes uraian pemahaman konsep siswa. Analisis data menggunakan uji independent sample T-Test diperoleh thitung sebesar 3,021 dengan ttabel 2,045 artinya thitung > ttabel dan nilai signifikan 0,004 < 0,05. Maka Ho ditolak dan H1 diterima pada taraf signifikan 0,05 sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh penerapan laboratorium virtual terhadap pemahaman konsep siswa.


Keywords


Laboratorium Virtual; Pemahaman Konsep; Laju Reaksi

Full Text:

PDF

References


Anderson, L., W. & Krathwohl, D., R. (2001). Kerangka landasan untuk pembelajaran pengajaran dan asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bajpai, M., & Kumar, A. (2015). Effect of virtual laboratory on students’ conceptual achievment in physics. International Journal of Current Research, 7(2), 12808-12813.

Djamarah, S. B., (2011). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Ekasari, R. (2016). Pengaruh pengajaran langsung (direct instruction) berbantuan media laboratorium virtual terhadap pengusaan konsep dan kreativitas fisika peserta didik (Skripsi, Universitass Mataram, Indonesia). Diakses dari http://fkipunram.rf.gd/uploads/E1Q012048.pdf

Fonna, T., Adlim, & Ali, M. (2013). Perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan media pembelajaran laboratorium virtual pada konsep sistem pernapasan manusia di SMA negeri unggul sigli. Jurnal Biotik, 1 (2), 76-136.

Handayanti, Y., Agus, S., & Nahadi. (2015). Analisis profil model mental siswa SMA pada materi laju reaksi. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA, 1 (1), 107-122.

Hermansyah, Gunawan, & Herayanti, L. (2015). Pengaruh penggunaan laboratorium virtual terhadap penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi getaran dan gelombang. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 1(2), 97-102.

Isnaini, M., Aini, K.., & Angraini, R. (2016). Pengaruh strategi pembelajaran mind mapp terhadap pemahaman konsep pada materi sistem ekskresi kelas XI IPA SMA negeri 1 pampangan oki. Jurnal Bioilmi, 2(2), 142-150.

Jagodzinski, P & Wolski, R. (2014). The examination of the impact on students’ use of gestures while working in a virtual chemical laboratory for their cognitive abilities. Problem of Education, 61. 46-57

Jamuri, Kosim, & Doyan, A. (2015). Pengaruh model pembelajaran kooperatif STAD berbasis multimedia interaktif terhadap pengusaan konsep siswa pada materi termodinamika. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 1(1), 123-134.

Larasati, D. S., & Sukisno, M. (2014). Penggunaan media simulasi berbasis teknologi informasi dalam pembelajaran fisika pada siswa lintas minat di SMA negeri 3 pekalongan. Unnes Physics Education Journal, 3(3), 48-53.

Nurrokhmah. I., E., & Sunarto, W. (2013). Pengaruh penerapan virtual labs berbasis inkuiri terhadap hasil belajar kimia. Journal Jurusan Kimia FMIPA, 2(1), 200-207.

Putri, T. D., Z., Hamid, A., & Yusrizal. (2016). Pengaruh penggunaan laboratorium virtual dalam melakukan praktikum fisika terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika, 1(4), 142-150.

Sagala, S. (2013). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Sari, A. L., R., Parno, & Taufiq, A. (2016). Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemahaman Konsep Fisika Siswa SMA pada Materi Hukum Newton. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA Pascasarjana UM (hlm. 88-89). Malang: Universitas Negeri Malang

Setiadi, R. & Muflika, A. A. (2012). Eksplorasi pemberdayaan courseware simulasi PhET untuk membangun keterampilan proses sains siswa SMA. Jurnal Pendidikan Kimia, 17(2), 258-270.

Simbolon, D. H., & Sahyar. (2015). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis eksperimen riil dan laboratorium virtual terhadap hasil belajar fisika siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 21(3), 299-315.

Sony, S., & Katkar, M, D. (2014). Survey paper on virtual lab for E-Learners. International Journal of Application in Engineering & Management, 3(1), 108-110.

Sugiyono. (2008). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif R&D.Bandung: Alfabeta.

Sumargo, E. & Yuanita, L. (2014). Penerapan media laboratorium virtual (PhET) pada materi laju reaksi dengan model pengajaran langsung. Unesa Journal of Chemical Education, 3(1), 119-133.

Sutrisno. (2011). Pengantar pembelajaran inovatif. Jakarta: Gaung Persada Press.

Totiana, F., Susanti, E., & Redjeki, T. (2012). Efektivitas model pembelajaran creative problem solving (CPS) yang dilengkapi media pembelajaran laboratorium virtual terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok koloid kelas XI IPA semester genap SMA negeri 1 karanganyar tahun pelajaran 2011/2012. Jurnal Pendidikan Kimia, (1)1, 74-79.

Yamin, M. (2004). Strategi pembelajaran berbasis kompetensi. Pamulang: Gaung Persada Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/educhemia.v2i2.1608

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Nur Hikmah, Nanda Saridewi, Salamah Agung

EduChemia Indexed by:

Hasil gambar untuk logo google scholar     Hasil gambar untuk logo DOAJ

 

 

Hasil gambar untuk logo IPI garuda

 

Hasil gambar untuk logo sinta dikti