Analisis Dampak Kesulitan Siswa pada Materi Stoikiometri terhadap Hasil Belajar Termokimia dan Upaya Menguranginya dengan Metode Pemecahan Masalah

Zakiyah Zakiyah

Abstract


Pemahaman siswa terhadap konsep dasar kimia memiliki peranan penting dalam menentukan hasil belajar mereka pada konsep yang tingkatannya lebih tinggi. Siswa akan kesulitan dalam memahami materi termokimia karena mereka mengalami kesulitan pemahaman pada materi stoikiometri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kesulitan konsep apa saja yang dialami siswa dalam memahami stoikiometri, 2) pengaruh kesulitan stoikiometri yang dialami siswa terhadap hasil belajar pada materi termokimia, serta 3) pengaruh pemberian strategi pengajaran remidi dengan menggunakan metode pemecahan masalah pada pembelajaran materi stoikiometri dan termokimia terhadap hasil belajar termokimia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan quasi experimental design. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pamekasan tahun akademik 2014/2015. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan uji hipotesis dilakukan dengan uji-t (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) beberapa konsep materi stoikiometri yang dianggap sulit oleh siswa adalah konsep persamaan reaksi, konsep mol, dan konsep perhitungan dalam persamaan reaksi; 2) ada pengaruh kesulitan pemahaman materi stoikiometri yang dialami siswa terhadap hasil belajar pada materi termokimia,  dimana nilai rata-rata stoikiometri sebesar 46,97 dan nilai rata-rata termokimia 50,94; serta 3) strategi pengajaran remidi dengan metode pemecahan masalah pada materi stoikiometri cenderung lebih efektif dibanding strategi pengajaran remidi dengan metode pemecahan masalah pada materi termokimia, dimana nilai rata-rata termokimia siswa yang mendapatkan pengajaran remidi materi stoikiometri ialah 84,33 dan untuk siswa yang mendapatkan pengajaran remidi materi termokimia ialah 79,65.


Keywords


stoikiometri; termokimia; pemecahan masalah; hasil belajar siswa

References


Ahmad. 2016, Belajar Bermakna (Meaningfull Learning), (Online), cepiriyana. staf.upi.edu/files/2016/02/BELA-JAR-BERMAKNA.pdf, diakses tanggal 29 April 2017.

Arifin, M. 1995, Pengembangan Program Pengajaran Bidang Studi Kimia. Surabaya: Unair Press.

Ayyildiz, Y., Tarhan, L. 2012, The Effective Concepts on Students Understanding of Chemical Reactions and Energy. Journal of Education, Vol. 42, hh. 72-83.

Azzahra, S. F. 2016, Perbedaan Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Termokimia Melalui Pembelajaran Group dan Individual Problem Solving. Jurnal Dinamika Pendidikan, Vol. 9, No. 2, hh. 99–108.

Bakar, Abu. 2006, Pengaruh Remidi Menggunakan Metode Problem Solving dan Tingkat Intelek terhadap hasil Belajar dalam Menyelesaikan Soal Konseptual dan Algoritmik Siswa Kelas II SMA Negeri 4 Malang. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: PPs Universitas Negeri Malang.

BouJaoude, S., Barakat, H. 2003. Students' Problem Solving Strategies in Stoichiometry and Their Relationships to Conceptual Understanding and Learning Approaches. Electronic Journal of Science Education, Vol. 7, No. 3.

Brady, J. E. 1990, General Chemistry Principles and Structure. Fifth edition. New York: John Willey & Sons’ Inc.

Cahyanto, M. A. S., Utomo, S. B., Yamtinah, S. 2016. Penggunaan Model Pembelajaran Cooperative Problem Solving (CPS) Dilengkapi Handout untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Prestasi Belajar Siswa Materi Termokimia Kelas XI IPA Semester Ganjil SMA Negeri 3 Boyolali Tahun Pelajaran 2015/2016. Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 5, No. 4.

Entang, M. 1993, Diagnosa Kesulitan belajar dan Pengajaran Remidial. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.

Ernawati, D., Ashadi, Utami, B. 2015, Upaya Peningkatan Prestasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X MIA 7 dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Problem Solving pada Materi Stoikiometri di SMA Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2014/2015. Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 4..

Griffish, A. K., & Preston, K. R. 1992, Grade-12 Students’ Misconceptions Relating to Fundamental Characteristics of Atoms and Molecules. Journal of Research in Science Teaching, Vol. 26, No 6, hh. 611-618.

Faradiba, I. 2010. Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Memahami Konsep pada Materi Entalpi dan Perubahannya untuk Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Grati. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FMIPA UM.

Hartantia, R. M., Hayus, E. S. V., Saputro, A. N. C. 2013, Penerapan Model Creative Problem Solving (CPS) untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Kimia pada Materi Pokok Termokimia Siswa Kelas XI.IA2 SMA Negeri Colomadu Tahun Pelajaran 2012/2013. Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 2 No. 2.

Horvat, S., Segedinac, M. D., Milenković, D. D., Hrin, T. N. 2016. Development Of Procedure for The Assessment of Cognitive Complexity of Stoichiometric Tasks. Macedonian Journal of Chemistry and Chemical Engineering, Vol. 35, No. 2, hh. 275–284 (2016).

Iskandar, S. M. 2002. Model Pembelajaran Daur Belajar Konstruktivistik dalam Ilmu Kimia SMU. Jurnal Matematika dan IPA Sekolah Menengah. Vol. 1, No. 1. Hh. 22-34.

Marganof. 1998. Analisis Kesulitan Siswa Kelas II SMU Negeri 1 Koto Tarusa Padang dalam Memahami Materi Laju Reaksi dan Upaya Memperbaikinya dengan Pengajaran Remidi. Tesis Tidak Diterbitkan. Malang: PPs Universitas Negeri Malang.

Nakhleh, M. B. 1992. “Why Some Student Don’t Learn Chemistry (Chemical Misconception)”. Journal of Chemical Education, Vol. 59, No. 3, hh 191-194.

Nasrudin, H., Suyono, Ibrahim, M. 2105. Pembelajaran Termokimia dengan Menginterkoneksikan Multipel Representasi untuk Mereduksi Miskonsepsi. Disampaikan dalam Prosiding Seminar Nasional Kimia, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya, 3-4Oktober 2015.

Polya, G. 1983. How to Solve It. New Jersey: Princeton University Press.

Rohmah, S. 2011. Penerapan Pendekatan Problem Solving dalam Meingkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa terhadap Konsep Mol dalam Stoikiometri (PTK di Kelas X SMAN 2 Cisauk-Tangerang). Skripsi. Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Isalam Negeri Syarif Hidayatullah.

Sastrawijaya, T. 1998. Proses Belajar Mengajar Kimia. Jakarta: P2LPTK.

Sirhan, G. 2007. Learning Difficulties in Chemistry: An Overview. Journal of Turkish Science Education, Vol. 4, No. 2, hh. 2-20.

Sugita, N. T. H, Ashadi, Masyukuri, M. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing terhadap Hasil Belajar Ditinjau Dari Kreativitas Siswa pada Materi Termokimia Kelas XI SMA Negeri 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/216. Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 5 No.

Toth, Z., Sebastyen, A. (2009). Relationship Between Students’ Knowledge Structure and Problem-Solving Strategy in Stoichiometric Problems based on the Chemical Equation. Eurasian Journal Physic Chemistry Education, Vol. 1, No. 1, hh. 8-20.

Wagner, E. P. 2001. A Study Comparing The Efficacy of a Mole Ratio Flow Chart to Dimensional Analysis for Teaching Reaction Stoichiometry. School Science and Mathematics, Vol. 101, hh. 10–22.

Wiseman, F. L. 1981. The Teaching of College Chemistry, Role of Student Development Level. Journal Chemical Education, Vol. 58, No. 60, hh. 484-488.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/educhemia.v3i1.1784

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

EduChemia is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.  Copyright © Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). All rights reserved. p-ISSN 2502-4779  | e-ISSN 2502-4787