MENELUSURI WACANA KEMANDIRIAN EKONOMI DI INDONESIA (1920-1965)

Rhoma Dwi Aria Yuliantri

Abstract


Kemandirian ekonomi diartikan sebagai strategi ekonomi yang mementingkan ekonomi nasional oleh bangsa sendiri di atas kepentingan asing. Hakikatnya konsep kemandirian ekonomi menjadi bagian gagasan politik yang telah dikembangkan oleh para pemikir Indonesia dan diimplementasikan pada konteksnya masing-masing. Dengan metode Sejarah, penelitian ini berfokus pada gagasan kemandirian ekonomi politik yang digagas oleh Sukarno dan bagaimana gagasan tersebut diimplemantasikan dan diterjemahkan oleh orang-orang pada masa sesudahnya. Konsep kemandirian ekonomi politik Sukarno hingga saat ini masih diimpletasikan dan diterapkan meskipun seringkali dibungkus dengan cara berbeda tetapi dalam esensi yang sama. Konsep Sukarno tersebut kerap disandingkan dengan gagasan Swadesi oleh Mahatma Gandhi dari India. Kedua gagasan tersebut nampak serupa tetapi pada hakekatnya tidak sama. Gagasan kemandirian ekonomi politik Sukarno menekankan pada “egaliterianisme” yang tidak melandaskan pada kelas dan kelompok sosial tertentu. Gagasan Swadesi Gandhi tidak menekankan elemen egalitarianisme karena pengaruh dari konteks kultural masyarakat India, yang lekat dengan strata sosial.


Keywords


Sejarah pemikiran, kemandirian ekonomi, Sukarno, Indonesia, abad keduapuluh

Full Text:

PDF

References


Artaya, “ALC Panen Perdana, Bangkitnya Anak Muda Cinta Pertanian”, www.atnews.id.

Arthur T. Hadley, “The Relation between Economics and Politics”, The Yale Law Journal , Jan., 1899, Vol. 8, No. 4 (Jan., 1899), pp. 194-206 Published by: The Yale Law Journal Company, Inc.

Dharam P. Ghai, “Concepts and Strategies of Economic Independence”, The Journal of Modern African Studies , Mar., 1973, Vol. 11, No. 1 (Mar., 1973), pp. 21-42.

Geogrege Otis Smith, “Theory and Practice of National Self-Sufficiency in Raw Materials”, Proceedings of the Academy of Political Science in the City of New York, Vol. 12, No. 1, International Problems and Relations (Jul., 1926), pp. 116-122.

Ivan T. Berend , “The Failure of Economic Nationalism: Central and Eastern Europe before World War II”, Revue économique , Mar., 2000, Vol. 51, No. 2, De l'Europe d'avant-guerre à l'Europe d'aujourd'hui: Regards sur l'Europe de 1939 (Mar., 2000), pp. 315-322.

James A. Caporasa, Teori-teori Ekonomi Politik, Yogyakarta: Kompas, 2008.

John Maynard Keynes, “National-Self Sufficienc”, An Irish Quarterly Review , Jun., 1933, Vol. 22, No. 86 (Jun., 1933), pp. 177-193.

Leo Grebler, “Self-Sufficiency and Imperialism”, The Annals of the American Academy of Political and Social Science , Jul., 1938, Vol. 198, Present International Tensions (Jul., 1938), pp. 1-8 .

Marianne Jorgensen and Louise J. Phillips, Discourse Analysis as Theory and Method, London: SAGE, 2002.

M.C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern 1200-2004, Yogyakarta: Serambi, 2008.

Priyanut Piboolsravut, “Sufficiency Economy”, ASEAN Economic Bulletin , April 2004, Vol. 21, No. 1, Thailand: Economic Challenges and the Road Ahead (April 2004), pp. 127-134 .

Sukarno, Dibawah Bendera Revolusi, “Swadeshi and Mass-Action in Indonesia: Swadeshi and Imperialism”, Suluh Indonesia Muda, 1932)

Suara Umum, 14 Juli 1927.

Suara Umum, 2 Januari 1932.

Suara Umum, 26 Maret 1932.




DOI: http://dx.doi.org/10.30870/candrasangkala.v7i1.11383

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah (CJPS) ISSN: 2477-8214 (online)  | ISSN: 2477-2771 (print)
Published by Department of History Education - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Address : Jl. Ciwaru Raya No. 25, Sempu, Kota Serang, Banten 42117, Indonesia
Email  : candrasangkala@untirta.ac.id

 

MAP OUR OFFICE: