IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MENGGUNAKAN INSTRUMEN TES FOUR-TIER PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL

Sri Mulyani, Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa, Aan Subhan Pamungkas

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi aritmetika sosial melalui instrumen tes four-tier. Subyek penelitian ialah 33 siswa kelas tujuh di salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Serang, Banten yang dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode dokumentasi dan tes. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat diketahui bahwa terdapat siswa yang paham konsep, tidak paham konsep dan miskonsepsi pada materi aritmetika sosial. Persentase siswa yang teridentifikasi mengalami miskonsepsi pada materi aritmetika sosial secara keseluruhan memiliki persentase yang paling tinggi yaitu sebesar 45%, dibandingkan siswa yang paham konsep sebesar 34% dan tidak paham konsep sebesar 20%. Dari persentase miskonsepsi ini dapat dikategorikan dalam miskonsepsi tingkat sedang.  Selain itu, miskonsepsi tertinggi terdapat pada butir soal nomor tiga dengan total sebesar 76%.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Caleon, I., & Subramaniam, R. (2010). Do students know what they know and what they don’t Know? Using a four-tier diagnostic test to assess the nature of students’ alternative conceptions. Res Sci Educ, 40, 313–337. https://doi.org/10.1007/s11165-009-9122-4

Cecep, A. H. F. S. (2018). Kemampuan Pemecahan Masalah, Efisiensi Kognitif Dan Self-Determination Matematis Mahasiswa Melalui Metode Pembelajaran Worked-Example Dengan Self-Explanation Prompting. Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia: Bandung.

Fariyani, Q., Rusilowati, A., & Sugianto. (2015). Pengembangan four-tier diagnostic test untuk mengungkap miskonsepsi fisika siswa SMA kelas X. Journal of Innovative Science Education, 4(2), 41–49.

Gates, P. (2001). Issues in Mathematics Teaching (p. 147). Taylor and Francis Group.

Irsanti, R., Khaldun, I., & Hanum, L. (2017). Identifikasi Miskonsepsi Siswa Menggunakan Four- Tier Diagnostic Test pada Materi Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit di Kelas X SMA Islam Al-falah Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia (JIMPK), 2(3), 230–237.

Puspendik. (2019). Laporan Hasil Ujian Nasional. https://hasilun.puspendik.kemdikbud.go.id/#2019!smp!capaian!30&99&999!T&T&T&T&1&!2!&

Ramadhan, M., Sunardi, & Kurniati, D. (2017). Analisis miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan soal matematika berstandar pisa dengan menggunakan certainty of response index (CRI). Kadikma, 8(1), 145–153.

Salirawati, D. (2011). Pengembangan instrumen pendeteksi miskonsepsi kesetimbangan kimia pada peserta didik SMA. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 15(2), 232–249. https://doi.org/10.21831/pep.v15i2.1095

Sheftyawan, W. B., Prihandono, T., & Lesmono, A. D. (2018). Identifikasi miskonsepsi siswa menggunakan four-tier diagnostic test pada materi optik geometri. Jurnal Pembelajaran Fisika, 7(2), 147–153.

Sriyanti, I. (2019). Evaluasi Pembelajaran Matematika (Fungky (ed.); 1st ed.). Uwais Inspirasi Indonesia.

Suparno, P. (2013). Miskonsepsi dan Perubahan Konsep dalam Pendidikan Fisika. Grasindo.

Suwarna, I. P. (2013). Analisis miskonsepsi siswa SMA kelas X pada mata pelajaran fisika melalui cri (certainty of response index) termodifikasi. Jurnal Laporan Lemlit Analisis Miskonsepsi Dosen Pendidikan Fisika FITK UIN Syarif Hidayatullah, 5(2), 221.

Widdiharto, R. (2008). Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika Diagnosis Kesulitan Belajar Matematika SMP dan Alternatif proses Remidinya. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Matematika.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

WILANGAN : Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika