ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP PADA E-LEARNING

Dwi Rachmawati, Hepsi Nindiasari, Syamsuri Syamsuri

Sari


Berpikir kritis merupakan suatu proses disiplin intektual untuk membuat keputusan-keputusan yang masuk akal dalam menyelesaikan masalah dengan mempertimbangkan pemikiran yang produktif serta melibatkan evaluasi bukti pendukungnya dan kesimpulan lanjutan yang diakibatkannya. Rendahnya berpikir kritis peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah Cilegon disebabkan karena peserta didik masih sulit untuk memahami pembelajaran. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis butir soal kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII sebanyak 22 orang dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes tertulis (essay) dan wawancara. Teknik analisis data yaitu menggunakan tes kemampuan berpikir kritis matematis, sehingga didapat kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan kategori kemampuan tinggi dengan 2 siswa secara umum dapat dikatakan bahwa berpikir kritis matematis dengan baik sesuai dengan indikator soal berpikir kritis. Peserta didik dengan kemampuan sedang dengan 16 siswa secara umum dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang memiliki kemampuan sedang belum terlalu mampu mengerjakan soal tes berpikir kritis matematis dengan baik. Serta peserta didik berkemampuan rendah dengan 4 siswa dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang memiliki kemampuan rendah belum sama sekali mampu dalam mengerjakan soal tes berpikir kritis matematik dengan baik.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afandi, R. (2014). Keefektifan PBL ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis serta self-esteem siswa smp. Jurnal Riset Penidikan Matematika, 1(1), 85–98.

Duron, R., Limbach, B., & Waugh, W. (2006). Critical Thinking Framework For Any Discipline. International Journal of Teaching and Learning in Higher Education, 17(2), 160–166.

Dwita Dewi, Suarsana, M. J. (2020). Pengaruh E-Learning Berbasis Rumah Belajar Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa. Wahana Matematika Dan Sains, 14(1), 65–77.

Ennis, R. H. (2011). The Nature of Critical Thinking : An Outline of Critical Thinking Dispositions. 1–8.

Facione, P. A. (2016). Critical Thinking : What It Is and Why It Counts.

Helperida. T. (2012). Keterampilan Berpikir Kritis.

Johnson, Elaine B. (2007). Contextual teaching and learning : menjadikan kegiatan belajar mengajar mengasyikkan dan bermakna. Bandung: Mizan Learning Center.

Kalelioğlu, F., & Gülbahar, Y. (2014). The Effect of Instructional Techniques on Critical Thinking and Critical Thinking Dispositions in Online Discussion The Effect of Instructional Techniques on Critical Thinking and Critical Thinking Dispositions in Online Discussion. Educational Technology & Society, 1(August 2015), 248–258.

Ompusunggu, T., Turnip, B. M., Sirait, M., Ompusunggu, T., Turnip, B. M., & Sirait, M. (2016). Efek Inquiry Training dan Berpikir Kritis Terhadap Keterampilan Proses Sains Fisika. Jurnal Pendidikan Fisika, 5(2).

Patonah, S. (2014). Jurnal Pendidikan IPA Indonesia. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 3(2), 128–133.

Yazdi, M. (2012). E-Learning Sebagai Media Pembelajaran. Jurnal Ilmiah Foristek, 2(1), 143–152.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

WILANGAN : Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika