Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP Ditinjau dari Gaya Belajar

Monica Sayuri, Yuyu Yuhana, Syamsuri Syamsuri

Sari


Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis ditinjau dari gaya belajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII H SMP Negeri 1 Ciruas tahun ajaran 2019/2020. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis dan angket berupa skala gaya belajar dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa masing – masing gaya belajar yaitu: auditori, visual, kinestetik, auditori visual, auditori kinestetik, dan visual kinestetik mempunyai tingkat kemampuan penalaran sedang. Berdasarkan spek kemampuan penalaran matematis, pada indikator menyajikan pernyataan matematika secara tulisan, gambar atau diagram, gaya belajar yang paling baik adalah gaya belajar auditori visual. adapun pada indikator melakukan manipulasi, gaya belajar yang paling baik adalah gaya belajar visual. Pada indikator menarik kesimpulan dan menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi gaya belajar yang paling baik adalah auditori visual. Sedangkan indikator menarik simpulan dari pernyataan, gaya belajar yang paling baik adalah gaya belajar auditori visual. Pada indikator memeriksan kesahihan argumen gaya belajar yang paling baik adlah gaya belajar kinestetik. Untuk indikator menentukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi, gaya belajar yang paling baik adalah gaya belajar visual.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Azrai, E. P., Ernawati, & Sulistianingrum, G. (2017). Pengaruh Gaya Belajar David Kolb (Diverger, Assimilator, Converger, Accomodator)Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pencemaran Lingkungan. BIOSFER: Jurnal Pendidikan Biologi, 10(1), 9–16.

Hamsiah, Masjudin, & Kurniawan, A. (2017). Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMPN 13 Mataram pada Materi Bangun Ruang. Jurnal Media Pendidikan Matematika, 5(2), 183–189.

Handayani, E., & Ratnaningsih, N. (2019). Kemampuan Penalaran Matematik Peserta Didik Ditinjau Dari Gaya Belajar Kolb. Prosiding Seminar Nasional & Call For Papers Program Studi Magister Pendidikan Matematika Tasikmalaya: Universitas Siliwangi.

Khoerunnisa, S. N., Ratnaningsih, N., & Muslim, S. R. (2020). Analisis Kemampuan Penalaran Induktif Matematik Peserta Didik Ditinjau Dari Gaya Belajar Silver dan Hanson. JARME: Journal of Authentic Research on Mathematics Education, 2(1), 67–78.

Masriah, I., Delima, N., & Budianingsih, Y. (2019). Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Auditory, Intellectualy, Repetition (AIR) Serta Dampaknya Pada SelfConfidence Siswa SMP. BIORMATIKA: Jurnal Ilmiah FKIP Universitas Subang, 5(01), 124–130.

Nurhayati, E., & Subekti, F. E. (2017). Deskripsi Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Ditinjau Dari Gaya Belajar dan Gender. AlphaMath: Journal of Mathematics Education, 3(1), 66–78.

Rosnawati, R. (2013). Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMP Indonesia Pada TIMSS 2011. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan Dan Penerapan MIPA, Yogyakarta: Univeristas Negeri Yogyakarta.

Zulfikar, M., Achmad, N., & Fitriani, N. (2018). Analisis Kemampuan Penalaran Matematik Siswa Smp Dikabupaten Bandung Barat Pada Materi Barisan Dan Deret. Jurnal Pendidikan Tambusai, 2(6), 1802–1810.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

WILANGAN : Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika