Kontruksi Konsep Barisan Aritmatika dan Geometri Bagi Siswa SMA Berdasarkan Teori APOS

Nursati Israhayu, Syamsuri Syamsuri, Aan Subhan Pamungkas

Sari


Konsep-konsep dalam matematika saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, maka siswa perlu memahami konsep dasar matematika secara mendalam. Pemahaman konsep matematika lebih bermakna jika dikontruksi oleh siswa sendiri. Kontruksi konsep matematika merupakan suatu kegiatan aktif yang dilakukan untuk memperoleh atau membangun suatu konsep dalam matematika. Penelitian ini menggunakan teori APOS sebagai kerangka berpikir karena teori ini dapat menguraikan bagaimana kegiatan mental seorang anak yang berbentuk aksi, proses, objek dan skema ketika mengkontruksi konsep matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kontruksi konsep barisan aritmatika dan geometri bagi siswa SMA berdasarkan teori APOS.  Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa di SMA Citra Islami. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan dengan pendekatan APOS Research Cycle. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif melalui 3 tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melalui empat tahapan mekanisme mental yaitu: interiorization (tahap action menuju tahap process), encapsulation (tahap process menuju tahap object), coordination (tahap process menuju tahap process) dan de-encapsulation (tahap object menuju tahap process).


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arnon, I., Cottrill, J., Dubinsky, E., Octac, A., Fuentes, S. R., Trigueros, M., & Weller, K. (2014). APOS Theory: A Framework for Research and Curriculum Development in Mathematics Education. In Springer. https://doi.org/10.5840/acpq199771338

Fuady, A., Purwanto, Bambang, E., & Rahardjo, S. (2018). Abstraksi Reflektif Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif. Seminar Nasional Pendidikan Matematika Ahmad Dahlan, 464–471.

García-Martínez, I., & Parraguez, M. (2017). The basis step in the construction of the principle of mathematical induction based on APOS theory. Journal of Mathematical Behavior, 46(September 2016), 128–143. https://doi.org/10.1016/j.jmathb.2017.04.001

Hardiyanti, A. (2016). Analisis kesulitan siswa kelas IX SMP dalam menyelesaikan soal pada materi barisan dan deret. Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika Dan Pembelajarannya., 78–88.

Kartika, Y. (2018). Analisis kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas VII SMP pada materi bentuk aljabar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 2(4), 777–785.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 22 tahun 2016. Kemendikbud RI.

Mulyono. (2010). Proses berpikir mahasiswa dalam mengkonstruk konsep matematika. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, 1–8.

Ni’mah, R., Sunismi, & Fathani, A. H. (2018). Kesalahan konstruksi konsep matematika dan scaffoldingnyaya. Edudikara: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(2), 162–171.

Parraguez, M., & Oktaç, A. (2010). Construction of the vector space concept from the viewpoint of APOS theory. Linear Algebra and Its Applications, 432(8), 2112–2124. https://doi.org/10.1016/j.laa.2009.06.034

Pirmanto, Y., Anwar, M. F., & Bernard, M. (2020). Analisis kesulitan siswa SMA dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah pada materi barisan dan deret dengan langkah-langkah menurut Polya. Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, 3(4), 371–384. https://doi.org/10.22460/jpmi.v3i4.371-384

Sari, D. N., Faradiba, S. S., & Fuady, A. (2020). Kontruksi abstraksi reflektif siswa dalam konsep barisan dan deret berdasarkan teori APOS. JP3, 15(33), 73–84.

Soedjadi, R. (2007). Inti dasar-dasar pendidikan matematika realistik indonesia. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(2), 1–10. https://doi.org/10.22342/jpm.1.2.807.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

WILANGAN : Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika