Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Karakter Siswa SMP dengan Pembelajaran Daring

Annisa Mulia Nastiti, Hepsi Nindiasari, Novaliyosi Novaliyosi

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 27 siswa kelas VII MTsN 1 Kota Serang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes yang terdiri dari 5 butir soal dan instrumen non tes berupa wawancara. Data dianalisis berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis matematis yang digunakan, yaitu reduksi data dan penarikan kesimpulan.Hasil kemampuan berpikir kritis matematis siswa digolongkan dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah.  Presentase masing-masing kategori menunjukkan 26% siswamemiliki kemampuan tinggi, 67% siswa memiliki kemampuan sedang, dan 7% siswa memiliki kemampuan rendah.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto, S. (2012). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Fachrurazi. (2011). Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Komunikasi Matematis Siswa SD. Edisi Khusus, 1. Retrieved from http://jurnal.upi.edu/file/8-Fachrurazi.pdf

Kurtanto, E. (2017). Keefektifan Model Pembelajaran Daring Dalam Perkuliahan Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Journal Indonesian Language Education and Literature, 3(1), 99–110.

Lestari, K. E., & Yudhanegara, M. R. (2018). Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: Refika Aditama.

Mahmuzah, R. (2015). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematik Siswa Smp Melalui Pendekatan Problem Posing. Peluang, 4(1). https://doi.org/10.35194/jp.v6i2.123

Murthado, F. (2013). Berpikir Kritis dan Strategi Metakognisi: Alternatif Sarana Pengoptimalan Latihan Menulis Argumentasi. Retrieved January 31, 2020, from https://educ.utm.my/wp-content/uploads/2013/11/71.pdf

Mustakim. (2020). Efektivitas Pembelajaran Daring Menggunakan Media Online Selama Pandemi Covid-19 Pada Mata Pelajaran Matematika. Al-Asma: Journal of Islamic Education, 2(1), 1–12.

Nindiasari, H., Kusumah, Y. S., Sumarmo, U., & Sabandar, J. (2014). Pendekatan Metakognitif Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa Sma. Edusentris, 1(1), 80. https://doi.org/10.17509/edusentris.v1i1.136

OECD. (2018). Indonesia Students Performance (PISA 2018). Retrieved December 12, 2019, from https://www.oecd.org/pisa/publications/PISA2018_CN_IDN.pdf

Permendikbud. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah. , (2016).

Puspendik. (2019). Laporan Hasil Ujian Nasional. Retrieved February 2, 2020, from https://hasilun.puspendik.kemdikbud.go.id/#2019!smp!capaian_nasional!99&99&999!T&T&T&T&1&!1!&

Setiana, D. S. (2018). Pengembangan Instrumen Tes Matematika Untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE), 4(2), 35–48.

Soderstrom, From, Lovqvist, & Tornquist. (2011). From distance to online education: Educational management in the 21th century. Retrieved January 27, 2020, from https://pgsd.binus.ac.id/2017/08/08/pendidikan-abad-21/

Somakim. (2011). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Sekolah Menegah Pertama dengan Penggunaan Pendidikan Matematika Realistik. Forum MIPA, 14(1).

Syahbana, A. (2012). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning. Edumatica, 02(April), 45–57. Retrieved from https://online-journal.unja.ac.id/edumatica/article/view/604/538


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

WILANGAN : Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika